25 C
Sidoarjo
BerandaSerba-serbiUsia Para Penghuni Surga #TanyaUstadz

Usia Para Penghuni Surga #TanyaUstadz

GAMBARAN SURGA

Usia Para Penghuni Surga
Dari Mu’azd bin Jabal Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْداً مُرْداً مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاثِينَ، أَوْ ثَلاثٍ وَثَلاثِينَ سَنَةً». أخرجه أحمد والترمذي.

Para penghuni surga masuk surga dalam keadaan tubuh berseri, bercelak, berusia tiga puluh  tahun atau tiga puluh tiga  tahun.” (HR. Ahmad).[1]

Sifat Wajah-wajah Para Penghuni Surga.
1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٢٣ تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ [المطففين: ٢٢،  ٢٤] 

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. [Al-Muthaffifin/83: 22-24].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ [القيامة: ٢٢،  ٢٣] 

Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. pada Rabbnyalah mereka melihat. [Al-Qiyamah/75: 22-23].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاعِمَةٞ ٨ لِّسَعۡيِهَا رَاضِيَةٞ ٩ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ [الغاشية: ٨،  ١٠] 

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang disebabkan usahanya, dalam surga yang tinggi, [Al-Ghasyiyah/88: 8-10].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ ٣٨ ضَاحِكَةٞ مُّسۡتَبۡشِرَةٞ [عبس : ٣٨،  ٣٩] 

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa serta gembira ria, [‘Abasa/80: 38-39].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ [ال عمران: ١٠٧] 

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala(surga); mereka kekal di dalamnya. [Ali ‘Imran/3 :107].

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي- صلى الله عليه وسلم-: أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، وَالَّذِينَ عَلَى آثَارِهِمْ كَأَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إضَاءَةً قُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، لا تَبَاغُضَ بَينَهُمْ وَلا تَحَاسُدَ. متفق عليه.

Sesungguhnya golongan yang pertama-tama masuk surga seperti rupa bulan pada malam purnama. Kemudian yang mengikuti mereka  seperti bintang berkilau yang paling terang di langit. Hati mereka seperti hati seorang laki-laki, tidak saling membenci serta mendengki di antara mereka.” (Muttafaqun ‘Alaih).[2]

Sifat penyambutan penghuni surga.
1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ [الزمر: 73] 

serta orang-orang yang bertaqwa pada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula).Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka serta berkatalah pada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahtera (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu  kekal di dalamnya.” [Az-Zumar/39: 73].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَدۡخُلُونَ عَلَيۡهِم مِّن كُلِّ بَابٖ ٢٣ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ [الرعد: ٢٣،  ٢٤] 

Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. [Ar-Ra’d/13: 23-24].

  1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لَا يَحۡزُنُهُمُ ٱلۡفَزَعُ ٱلۡأَكۡبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ هَٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ [الانبياء: ١٠٣] 

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), serta mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” [Al-Anbiyaa/21: 103].

Orang yang masuk surga tanpa dihisab serta tanpa disiksa.
1. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي- صلى الله عليه وسلم-: عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَأَجِدُ النَّبِيَّ يَمُرُّ مَعَهُ الأُمَّةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ النَّفَرُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ العَشَرَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الخَمْسَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ وَحْدَهُ، فَنَظَرْتُ فَإذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ، قُلْتُ: يَا جِبْريلُ، هَؤُلاءِ أُمَّتِي؟ قَالَ: لا، وَلَكِن انْظُرْ إلَى الأُفُقِ، فَنَظَرْتُ فَإذَا سَوادٌ كَثِيرٌ. قَالَ: هَؤُلاءِ أُمَّتُكَ، وَهَؤُلاءِ سَبْعُونَ أَلْفاً قُدَّامَهُمْ لا حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلا عَذَابَ. قُلْتُ: وَلِمَ؟ قَالَ: كَانُوا لا يَكْتَوونَ، ولا يَسْتَرْقونَ، وَلا يَتَطَيَّرُون، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. متفق عليه

Diperlihatkan semua umat kepadaku, Saya menemukan seorang Nabi lewat disertai umat, seorang Nabi lewat disertai rombongan, seorang Nabi lewat disertai sepuluh orang, seorang Nabi lewat disertai lima orang, seorang Nabi lewat sendirian. Lalu Saya melihat rombongan besar. Saya bertanya: ‘Hai Jibril, apakah mereka umatku?’ Ia (Jibril menjawab): ‘Bukan.’ Akan tetapi lihatlah ke ufuk.’ Lalu Saya melihat, ternyata rombongan besar. Ia berkata: ‘Mereka ialah umatmu. serta mereka tujuh puluh (70.000) orang di depan mereka yang tidak ada hisab serta siksa terhadap mereka.’ Saya bertanya, ‘Kenapa?’ Ia menjawab, ‘Mereka tidak berobat dengan kayy, tidak minta ruqyah, tidak menganggap sial, serta hanya pada Rabb mereka (Allah), mereka bertawakkal.”  (Muttafaqun ‘alaih).[3]

  1. Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن أبي أمامة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول وَعَدَنِي رَبِّي سُبْحَانَهُ أَنْ يُدْخِلَ الجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعِينَ أَلْفاً لا حِسَابَ عَلَيْهِمْ، وَلا عَذَابَ، مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعُونَ أَلْفاً، وَثَلاثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ. أخرجه الترمذي وابن ماجه.

Rabb-ku Yang Maha Suci memberi janji kepadaku akan memasukkan ke dalam surga dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu (70.000) orang yang tidak ada hisab atas mereka serta tanpa azab. Bersama setiap seribu (1.000) orang ada tujuh puluh ribu (70.000) orang. Tiga genggaman dari genggaman Rabbku Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. At-Tirmidzi serta Ibnu Majah).[4]

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Tauhid serta keimanan التوحيد والإيمان ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad serta Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah serta Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote
[1] Hasan/HR. Ahmad No 7920 serta At-Tirmidzi No. 2545 serta ini ialah lafazhnya, Shahih Sunan at-Tirmidzi No 2064.
[2] HR. Bukhari No 3254 serta ini ialah lafazhnya, serta Muslim No. 2834.
[3] HR. Bukhari No 6541 serta ini ialah lafazhnya serta Muslim No. 220.
[4] Shahih/HR. At-Tirmidzi No 2437, Shahih Sunan at-Tirmidzi no 1984, serta Ibnu Majah No. 4286 serta ini ialah lafazhnya, Shahih Sunan Ibnu Majah No. 3459.

Author -> Almanhaj

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x