26 C
Sidoarjo
BerandaSerba-serbiMendatangi Neraka serta yang Pertama Melewati Titian #TanyaUstadz

Mendatangi Neraka serta yang Pertama Melewati Titian #TanyaUstadz

RINGKASAN FIQIH ISLAM (BAB TAUHID serta KEIMANAN)

Jumlah pintu-pintu Neraka.
Firman Allah:

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٣ لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ [الحجر: ٤٣،  ٤٤] 

“serta Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan pada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. 44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka”. [Al-Hijr/15: 43-44]

Pintu-pintu Neraka ditutup atas penghuninya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨ فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ [الهمزة: ٨،  ٩] 

“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka. (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang”. [Al-Humazah/104:8-9]

Kedatangan api di padang hari kiamat
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ  [الشعراء : ٩١]

“serta diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim pada orang- orang yang sesat“. [Asy-Syu’ara/26:91].

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

كَلَّآۖ إِذَا دُكَّتِ ٱلۡأَرۡضُ دَكّٗا دَكّٗا ٢١ وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفّٗا صَفّٗا ٢٢ وَجِاْيٓءَ يَوۡمَئِذِۢ بِجَهَنَّمَۚ يَوۡمَئِذٖ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ [الفجر: ٢١،  ٢٣] 

“Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut. serta datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. serta pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; serta pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya”. [Al-Fajr/89: 21-23]

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُوْنَ أَلْفَ زِمَامٍ, مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّوْنَهَا

Neraja jahannam didatangkan pada hari itu, dia memiliki tujuhpuluh tali kekang, bersama setiap tali kekang terdapat tujuhpuluh malaikat yang menariknya.” HR. Muslim.[1]

Mendatangi Neraka serta orang yang pertama kali melewati Titian.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمٗا مَّقۡضِيّٗا ٧١ ثُمَّ نُنَجِّي ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّنَذَرُ ٱلظَّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيّٗا [مريم: ٧١،  ٧٢] 

serta tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu ialah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa serta membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. [Maryam/19: 71-72]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya manusia berkata : Ya Rasulullah, apakah kami dapat melihat Rabb kami di hari kiamat… serta di dalam hadits tersebut disebutkan:

وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ فَأَكُوْنُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيْزُ

serta dibentangkan titian di antara dua punggung neraka jahanam, maka Saya serta umatkulah yang pertama-tama melewatinya.” Muttafaqun ‘alaih.[2]

Dasar Neraka.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika terdengar ada suara yang terjatuh. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apakah kalian mengetahui suara apakah ini? Ia (Abu Hurairah Radhiyallahu anhu) berkata: “Kami berkata: “Allah serta Rasul-Nya lebih mengetahui”‘ Beliau bersabda:

هذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِى النَّارِ مُنْذُ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا فَهُوَ يَهْوِي فِى النَّارِ اْلآنَ حَتىَّ انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا.

Ini ialah batu yang dilemparkan di nereka sejak tujuh puluh tahun yang silam, ia terjatuh saat ini di neraka hingga mencapai dasarnya“. HR. Muslim.[3]

Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu, sesungguhnya ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى كَعْبَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى حُجْزَتِهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى عُنُقِهِ.

Sesungguhnya di antara mereka ada yang diambil (dibakar) oleh api neraka hingga dua mata kakinya, ada yang mencapai pinggangnya, serta ada yang mencapai lehernya.” HR. Muslim.

Ukuran bagi besarnya bentuk penghuni Neraka.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ أَوْ نَابُ الْكَافِرِ مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيْرَةُُُ ثَلاَثٍ

Gigi geraham atau gigi taring orang kafir seperti bukit Uhud serta kekasaran kulitnya mencapai  perjalanan tiga hari.” HR. Muslim.[4]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ فِى النَّارِ مَسِيْرَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ للِرَّاكِبِ الْمُسْرِعِ

Jarak antara dua punggung orang kafir di neraka seperti perjalanan tiga hari bagi yang berkendaraan dengan cepat.” Muttafaqun ‘alaih.[5]

Dari Abu Hurairah adhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِثْلُ أُحُدٍ وَعَرْضُ جِلْدِهِ سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا وَعَضُدُهُ مِثْلُ الْبَيْضَاءِ وَفَخِذُهُ مِثْلُ وَرْقَانٍ وَمَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ مَا بَيْنِي وَبَيْنَ الرَّبَذَةِ.

Gigi geraham orang kafir di hari kiamat seperti bukit Uhud, lebar kulitnya sepanjang tujuh puluh hasta, lengannya seperti bukit Baidhaa`, pahanya seperti bukit Warqaan,[6] serta tempat duduknya di neraka jarak di antara Saya serta Rabadzah.” HR. Ahmad serta al-Hakim.[7]

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Tauhid serta keimanan التوحيد والإيمان ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad serta Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah serta Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote
[1] HR. Muslim 2842
[2] HR. al-Bukhari 806, serta Muslim 182, serta ini ialah lafazhnya.
[3] HR. Muslim 2844
[4] HR. Muslim 2851
[5] HR. al-Bukhari  6551, serta Muslim no. 52, ini ialah lafazhnya.
[6] Gunung di antara ‘Araj serta Ruwaitsah, di sebelah kanan orang yang berjalan dari Madinah menuju Makkah. Lihat: an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, karya Ibnu al-Atsir.
[7] Shahih/ HR. Ahmad no. 8327, serta al-Hakim 8759, serta ini ialah lafazhnya. Lihat: as-Silsilah ash-Shahihah 1105.

Author -> Almanhaj

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x