32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalMengenal penyakit paru obstruktif kronis #infoMenarik

Mengenal penyakit paru obstruktif kronis #infoMenarik


Gejala awal, biasanya batuk disertai produksi lendir yang cenderung produktif

Jakarta (PortalSidoarjo.com) – Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) ialah kumpulan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, berlangsung secara jangka panjang hingga menyebabkan penyempitan di saluran napas.

Saat ini, PPOK menduduki peringkat keempat sebagai penyebab kematian di dunia. Asap menjadi penyebab utama PPOK, termasuk asap rokok, knalpot, serta polusi lain termasuk di lingkungan kerja.

“Gejala awal, biasanya batuk disertai produksi lendir yang cenderung produktif. Jika lendir semakin kental, maka penyempitan akan semakin hebat serta dapat mencetuskan sesak napas,” kata Medical General Manager Kalbe, dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K, Rabu, dalam siaran pers PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait PPOK bertepatan dengan Hari PPOK sedunia 2022.

Penting untuk melakukan upaya pencegahan PPOK, kata dr Dedy, salah satunya dengan menggaungkan tema PPOK tahun 2022 ini yaitu “Lungs for Your Life”.

Baca juga :  Riset temukan rokok elektrik tak sebabkan gangguan pertahanan gusi #infoMenarik

“PPOK ialah penyakit yang bersifat irreversible. Dalam hal ini, apabila saluran pernapasan rusak, sulit untuk kembali seperti pada kondisi normal.”

Salah satu manifestasi yang sering dialami pengidap PPOK ialah gangguan gizi, atau dikenal dengan istilah malnutrisi.

“Penyebab utama penurunan berat badan pada PPOK ialah hilangnya napsu makan serta penurunan asupan makanan khususnya pada Penderita dengan PPOK eksaserbasi akut. Otot pernapasan melemah disebabkan penurunan asupan makanan serta peningkatan konsumsi energi,” kata dr Dedy.

Sering kali terapi PPOK hanya berfokus pada terapi obat, sedangkan perbaikan gizi kadang dilupakan. Padahal, nutrisi ialah faktor yang sangat mendukung keberhasilan terapi Penderita PPOK, disebabkan dengan status gizi yang baik imun tubuh menjadi kuat serta proses pemulihan juga akan lebih cepat.

Pemenuhan gizi bagi pengidap PPOK harus bersumber dari konsumsi keragaman makanan atau zat gizi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta air. tetapi, bagi pengidap PPOK dengan serangan akut sesak napas, kebutuhan nutrisinya sebaiknya dimodifikasi.

Baca juga :  Drama terbaru Song Hye Kyo jadi penutup tahun 2022 #infoMenarik

“Pada kondisi sesak, terlebih pada Penderita yang menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator), disarankan untuk mengurangi porsi asupan. Sebab, karbohidrat saat kita makan serta diolah di dalam tubuh, akan menghasilkan atau memproduksi CO2 serta karbon dioksida lebih besar, sehingga dapat semakin memperburuk kondisi sesak napas,” katanya.

Pulmosol ialah salah satu brand produk Medical Nutrience PT Finusolprima Farma Internasional (FIMA), anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk, yang saat ini menjadi satu-satunya suplemen nutrisi dalam bentuk makanan cair untuk pemenuhan gizi kondisi gangguan pernapasan.

Komposisi serta kandungan Pulmosol sudah disesuaikan, sehingga pemenuhan nutrisi tidak hanya sekadar mencukupi kebutuhan gizi tetapi juga cocok dengan kondisi klinis penyakit pernapasan, salah satunya dengan menurunkan persentase karbohidrat, demikian Product Executive FIMA, Josephine Grace.

Baca juga :  Bio Farma upayakan industri pelayanan kesehatan naik kelas #infoMenarik

Penderita PPOK sering kali mengalami penurunan nafsu makan, disebabkan merasa sesak, lelah, serta kesulitan bernapas. Konsumsi suplemen nutrisi dalam bentuk cair dapat menjadi salah satu solusi supaya Penderita PPOK lebih mudah dalam pemenuhan nutrisi mereka. Selain dapat dinonsumsi dengan cara diminum, Pulmosol dapat juga diberikan melalui selang makanan (sonde).

“Kalau dibandingkan dengan produk suplemen nutrisi lain, Pulmosol memiliki keunikan disebabkan diperkaya berbagai komponen nutrisi yang sangat penting untuk proses pemulihan saluran pernapasan. Di antaranya, penurunan komposisi karbohidrat, protein tinggi, asam amino rantai cabang (BCAA), omega 3, vitamin E, serta zinc,” kata Josephine.

Protein sangat penting untuk imunitas serta pemulihan otot. “Kalau sesak napas, tentu otot di pernapasan bekerja lebih berat, maka protein dapat membantu otot pernapasan memompa lebih kuat, sehingga pernapasan lebih plong.”

Sumber : Antaranews.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x