30 C
Sidoarjo
BerandaNasionalIndonesia perlu terobosan baru tekan prevalensi merokok #infoMenarik

Indonesia perlu terobosan baru tekan prevalensi merokok #infoMenarik


Jakarta (PortalSidoarjo.com) – Direktur Centre of Youth and Population Research (CYPR) Dedek Prayudi menyatakan perlunya terobosan baru untuk menekan prevalensi merokok di Indonesia menyusul meningkatnya angka perokok dewasa dalam 10 tahun terakhir.Berdasarkan hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Juni 2022, selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang. Pada 2011 lalu, jumlah perokok sekitar 60,3 juta orang, kemudian bertambah menjadi 69,1 juta jiwa di 2021. Adapun survei tersebut melibatkan sebanyak 9.156 responden.

Ia menyarankan supaya stakeholder menerapkan strategi baru untuk menurunkan prevalensi merokok dengan mendukung penggunaan produk alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, serta kantong nikotin, melalui regulasi khusus.

Baca juga :  Survei ungkap “skincare” penting wanita di Indonesia #infoMenarik

Menurut dia, produk tersebut telah menerapkan konsep pengurangan bahaya sehingga memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok, sebagaimana telah dibuktikan dalam berbagai kajian ilmiah dari dalam serta luar negeri.

“Jika produk tembakau alternatif dapat diregulasi dengan baik serta tepat, maka produk ini dapat menjadi solusi tambahan untuk mengatasi prevalensi merokok. tetapi, sayangnya Pemerintah Indonesia belum merencanakan atau merumuskan regulasi bagi produk tembakau alternatif secara khusus,” kata Dedek, Rabu.

Pemerintah Indonesia, lanjut Dedek, seharusnya dapat mengikuti langkah Inggris, Selandia Baru, serta Jepang yang telah berhasil menurunkan prevalensi merokok berkat pemanfaatan produk tembakau alternatif. Bahkan, negara-negara itu telah meregulasi pemanfaatan produk tersebut. Selain efektitivitas dalam menekan angka perokok, pemerintah juga perlu memisahkan regulasi antara produk tembakau alternatif serta rokok.

Baca juga :  Traveloka rilis slogan baru #infoMenarik

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menambahkan, dengan meregulasi pemanfaatan produk tersebut, maka pemerintah dapat memberikan pilihan pada perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok dengan beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko.

Dengan adanya pilihan yang bersumber dari pemerintah, perokok dewasa dapat menentukan sikap dalam memilih produk tembakau.

“Pilihan ini nantinya dapat menjadi cara bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas kesehatan,” kata dia.

Menurut Satria ada dua potensi negatif jika pemerintah belum melihat produk tembakau alternatif sebagai pilihan yang lebih baik daripada rokok.

“Pertama, prevalensi merokok akan tetap tinggi disebabkan perokok dewasa tidak mendapatkan pilihan. Kedua, publik menjadi jengah disebabkan menyadari bahwa informasi Persis mengenai produk tembakau alternatif merupakan hak informasi yang seharusnya didapatkan oleh publik, khususnya perokok dewasa,” katanya.

Baca juga :  “Triangle of Sadness” hingga “Summer 1993” tayang mulai Desember #infoMenarik

Sumber : Antaranews.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x