25 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalBuntut Sengketa Tanah di Pantai Semilir Tuban, Pemdes Dilaporkan Polisi

Buntut Sengketa Tanah di Pantai Semilir Tuban, Pemdes Dilaporkan Polisi

Tuban (PortalSidoarjo.com) – Buntut kasus sengketa lahan yang ada di kawasan pesisir Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang tak kunjung ada titik temu, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) serta BPD desa setempat dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Pakar waris pemilik tanah yang sebagian dipergunakan untuk wisata itu.

Dengan dilaporkannya pihak Pemdes Socorejo serta BPD itu ke Polda Jatim, kali ini Pakar waris dari H Salim Mukti serta Hj Sholikah bersama tim kuasa hukumnya melakukan pemasangan papan pengumuman laporan polisi di pintu masuk Wisata Pantai Semilir. Papan ini dipasang, supaya untuk sementara waktu hingga ada putusan berkekuatan hukum tetap tidak ada aktifitas di atas tanah yang disengketakan, Kamis (22/9/2022).

Dari pantauan PortalSidoarjo.com, pemasangan papan pengumuman atas sengketa lahan tersebut dilakukan di sekitar pintu masuk tempat wisata Pantai Semilir yang ada di Desa Socorejo itu. Yang mana sebelumnya pihak Pakar waris bersama dengan Pemdes telah melakukan pengukuran ulang terkait keberadaan tanah milik Pakar waris H Salim Mukti serta Hj Sholikah dengan luasan puluhan ribu meter persegi.

Baca juga :  Menko Polhukam Mahfud MD Beri Bocoran Pengesahan RUU KUHP

Dalam kesempatan tersebut, Franky D. Waruwu selaku Kuasa hukum Pakar waris H. Salim mukti serta Hj. Sholikah mengatakan, pihaknya melaporkan Pemdes Socorejo, yakni mulai Kepala Desa Socorejo periode 2016-2022 Zubas Arief Rahman Hakim, Bumdes, BPD serta kawan-kawannya ke Polda Jatim.

Laporan polisi itu dilakukan, lantaran pihak Pakar waris merasa dipersulit oleh pihak-pihak tersebut, saat minta berita acara pengukuran tanah serta dokumen lain untuk pengurusan sertifikat tanah yang disengketakan.

“Minggu lalu para Pakar waris telah melakukan laporan di Polda Jatim. Dengan terlapor Pemdes Socorejo, yakni Kepala Desa Zubas Arief Rahman Hakim, Bumdes, BPD serta kawan-kawannya. disebabkan permintaan para Pakar waris selalu dipersulit oleh pihak-pihak tersebut,” kata Franky D. Waruwu, setelah pemasangan papan pengumuman itu.

Baca juga :  Sidang Gugatan Yayasan Amanatul Ummah Mojokerto Ditunda

Ia menambahkan bahwa pada 3 agustus 2022 lalu, kedua belah pihak telah melakukan pengukuran ulang bersama-sama, di atas tanah yang disengketakan. tetapi sampai dengan kasus itu dilaporakan ke Polda Jatim pada 13 September 2022 lalu belum ada kejelasan terkait dengan hasil dari pengukuran ulang yang telah disepakati sebelumnya itu.

“Pemdes serta pihak-pihak tersebut beralasan, dilarang oleh BPD memberikan serta menandatangani dokumen-dokumen tersebut. Pekan depan penyidik Polda Jatim akan datang kesini,” sambung Franky.

meski telah melakukan pemasangan papan pengumuman sengketa itu, pihak penggugat atau Pakar waris tidak melakukan penutupan Wisata Pantai Semilir yang ada di pinggir jalur pantura Tuban itu. Pasalnya sampai saat ini masih menunggu tahapan proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Socorejo periode 2016-2022 sekaligus pembina Pokdarwis Wisata Pantai Semilir Tuban, Zubas Arief Rahman Hakim, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan bahwa pihaknya mempersilahkan pihak Pakar waris melakukan laporan polisi. Sehingga kasus ini menjadi jelas serta terang.

Baca juga :  Keterlaluan, Kakek 63 Tahun di Tuban Diduga 3 Kali Setubuhi Bocah 9 Tahun

“Saya ndak tahu siapa saja yang dilaporkan, tapi kalau mau dilaporkan semuanya ya silahkan saja. Polisi itu kan sifatnya aduan masyarakat, siapa yang laporan ya pasti diterima,” kata Zubas Arief Rahman Hakim.

Adapun disinggung terkait pengukuran ulang di atas tanah yang disengketakan, pihaknya mengaku hanya melakukan pendampingan serta mengarahkan pengukuran di titik-titik tertentu sesuai dengan versi desa. tetapi, pihak Pakar waris melakukan pengukuran dengan versinya sendiri, sehingga pihaknya mempersilahkan supaya kasus ini diselesaikan di pengadilan.

“Kami selaku aparatur desa mempersilahkan pihak sana melakukan pengukuran. Kemudian kami mendampingi serta menunjukkan titik-titik sesuai versi desa. Tapi mereka bersikukuh mengukur dengan versi mereka sendiri, sehingga biarkan ini diselesaikan di pengadilan saja,” tegas Zubas Arief Rahman Hakim, yang merupakan Kepala Desa Socorejo periode 2016-2022.[mut/kun]

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x