28 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalSaksi Terdakwa Kasus Pemalsuan Surat Tanah Tambak di Gebang Sidoarjo, Tidak Meringankan...

Saksi Terdakwa Kasus Pemalsuan Surat Tanah Tambak di Gebang Sidoarjo, Tidak Meringankan Malah Memberatkan

Sidoarjo (PortalSidoarjo.com) – Sidang perkara pidana pemalsuan surat tanah tambak seluas 12 hektar di Kelurahan Gebang Kec. Sidoarjo, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Senin (19/9/2022).

Agenda sidang dengan Hakim Ketua Dameria Frisella Simanjuntak yakni mendengar keterangan saksi. Dua saksi yang didatangkan terdakwa untuk meringankan terdakwa.

tetapi yang terjadi, kedua saksi yang meringankan terdakwa berbalik arah. Terdakwa Rido Lelono sama sekali tidak memberikan bantahan atau sangahan atas keterangan kedua saksi.

Saksi pertama Alwi Basori dalam keterangan dihadapan ketua mejelis hakim mengatakan bahwa dirinya menggarap tambak 12 hektar milik Zain Umar bersama orang tua terdakwa bernama Mukti selama 10 tahun.

Baca juga :  Hasil Sidang Penipuan dengan Terdakwa Tan Irwan di PN Surabaya

Dari awal, saksi sudah mengetahui bahwa Mukti orang terdakwa Rido Lelono hanya sebagai penggarap lahan tersebut. “Saya hanya sebagai penggarap,” kata Alwi Basori.

Sedangkan Khoirul saksi kedua menjelaska bahwa dirinya hanya sebagai mediator atau makelar tanah yang rencanaya akan dijual oleh Pakar waris dari kakeknya, Zain Umar diberikan ke anaknya Mufti, warga Bulusidokare, kini diturunkan ke anaknya sebagai ahliwaris yang masih hidup.

Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo Marsandi mengatakan kedua saksi sebenarnya sudah memberikan keterangan BAP di penyidik.

Keteranganya tidak sama atau berubah. Bahwa saksi yang seharusnya meringankan terdakwa, kini berbalik arah. “Bahwa orang tua Rido Lelono hanya sebagai penggarap tambak 12 hektar bersama saksi Alwi Basori,” terangnya.

Baca juga :  MAKANAN YANG PUNYA RATING TINGGI DI APLIKASI ONLINE.Nyobain Iga Bakar Saos Steak Bu Lis, igan…

Selesai persidangan, Azza Irene Mufia salah satu Pakar waris dari orang tuanya Mufti mengatakan, dari keterangan dua saksi, saksi Alwi Basori sudah benar. Memang Alwi Basori, warga sebagai penggarap tambak milik kakeknya Zain Umar seluas 12 hektar.

Tetapi, lanjut Azza, keterangan saksi Khoirul menyimpang. disebabkan khoirul dulu sebagai seorang makelar yang rencanya akan menjualkan lahan tersebut. Dirinya sebenarnya tidak tau secara jelas pemilik yang sebenarnya tambak tersebut.

Sementara itu, selesai sidang, terdakwa Rido Lelono terlihat ditugasi oleh pengacaranya untuk membawa segebok berkas. Hal ini sangat aneh, disebabkan seorang klien seharunya dihormati oleh kuasa hukum disebabkan sudah membayar dalam beracara, kini malah kebebanan membawa segebok berkas.

Baca juga :  Kasus Santri Gontor Meninggal, Pakar Hukum Pidana Unair Soroti Perjanjian Saat Pendaftaran

Robinson Panjaitan kuasa hukum terdakwa Rido Lelono tak memberikan komentar dalam keterangan saksi-saksi yang dihadirkan. (isa/kun)

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x