31 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalPenderita Stroke di Ngawi Tewas, Tersangka Ngaku Tak Berniat Bunuh Ayah

Penderita Stroke di Ngawi Tewas, Tersangka Ngaku Tak Berniat Bunuh Ayah

Ngawi (PortalSidoarjo.com) – Entah apa yang ada di benak M. Fahri Wahyu Erfianto (19) warga Dadapan, Kendal, Ngawi. Dia tega menusuk sang ayah dengan pisau dapur hingga meninggal dunia pada Jumat (9/9/2022) lalu.

Fahri yang sempat kabur setelah membunuh sang ayah itu mengaku khilaf serta tak sadar akan perbuatannya. Awalnya dia hanya berencana kabur dari rumah untuk mencari kerja, bahkan sempat menjual beras.

Pada Jumat (9/9/2022) pekan lalu, dia menemui salah seorang tetangga yang memiliki kendaraan untuk minta diantarkan ke Kertonegoro Ngawi. Fahri menemui tetangga tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.

Tetangga tersebut sepakat mengantarkan Fahri ke terminal pukul 14.00 WIB. Setelah itu, Fahri pulang untuk berkemas serta mengambil bekal.

Baca juga :  Pembunuhan Ngawi, Pelaku ialah Anak Kandung Korban, Senjata Pembunuhan Turut Dibawa Kabur

Selesai berkemas, dia menonton televisi. Mengaku tak sadar, Fahri sudah mengambil pisau dapur menusukkannya ke dada sang ayah.

“Ketika itu saya tidak sadar hingga menusuk ayah. Saya pun membersihkan pisau itu pakai baju serta kemudian saya masukkan tas. Saya segera pergi dari rumah disebabkan shock,” kata Fahri, Jumat (16/9/2022).

Fahri pun kabur diantar tetangganya ke terminal. Dia pun akhirnya diamankan polisi sepekan setelah kabur.

Saat ditangkap, Fahri sedang beristirahat di sebuah masjid di area Alun-Alun Surakarta. Tepatnya di Kecamatan Pasar Kliwon

Atas perbuatan Fahri, polisi menjerat dengan Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp45 juta. [fiq/beq]

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x