27 C
Sidoarjo
BerandaNasionalStudi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami serta keluarga inti #infoMenarik

Studi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami serta keluarga inti #infoMenarik


Jakarta (PortalSidoarjo.com) – Penelitian dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan sebanyak 90 persen atau 1.810 responden ibu menyusui membutuhkan dukungan suami, serta 59 persen atau 1.182 responden menginginkan dukungan anggota keluarga, khususnya ibu dari pihak ibu menyusui.“Dukungan utama yang diharapkan ialah memang dari suami serta core family atau keluarga inti, serta ternyata mayoritas ibu menyusui pada responden penelitian ini menunjukkan tidak mendapat dukungan ini,” kata Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, melalui siaran pers yang diterima Rabu. 

Ketika dukungan tersebut hilang serta ibu menyusui merasa tidak bahagia dengan proses laktasi, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu memandang bahwa potensi gagal ASI sangat besar serta ibu juga dapat mengalami konsekuensi stres.

Baca juga :  Kolaborasi ADA, Kopi Kenangan, serta Karafuru untuk pahlawan modern #infoMenarik

​​

“Ketika ibu menyusui kehilangan core support terutama dari suami, ini maka proses menyusui kemudian menjadi sekadar menjalankan fungsi biologis memberi makan bayi saja, serta kehilangan esensi untuk memberi kedamaian serta kebahagiaan secara emosional atau psikologi bagi ibu sendiri,” katanya.

Studi HCC juga menunjukkan hampir 60 persen atau 6 dari 10 ibu menyusui merasa tidak bahagia dengan proses menyusui selama pandemi, sementara hanya 44 persen ibu menyusui merasa bahagia dalam menjalankan proses menyusui disebabkan dukungan yang optimal.

Ray mengatakan penelitian pada 1.920 responden ibu menyusui itu diketahui bahwa penyebab utama perasaan tidak bahagia ialah disebabkan aspek dukungan yang diharapkan tidak maksimal.

Baca juga :  “Orphan: First Kill” akan dirilis dalam bentuk Blu-ray serta DVD #infoMenarik

supaya dukungan pada ibu menyusui dimungkinkan, sebanyak lebih dari 80 persen responden menyatakan sangat setuju terhadap peraturan rencana hak cuti 40 hari untuk suami siaga. Menurut 74 persen responden, bahwa hal tersebut berguna untuk mendukung proses pemulihan setelah melahirkan.

Sebanyak 95 persen responden juga setuju terhadap peraturan rencana cuti 6 bulan untuk ibu menyusui. Kebijakan tersebut dianggap oleh 83 persen responden dapat mendukung proses menyusui secara lebih optimal serta 33 persen responden meyakini kebijakan tersebut menjadi jaminan supaya tetap memiliki pekerjaan saat proses adaptasi menyusui.

Associate researcher HCC Bunga Pelangi, SKM, MKM menjelaskan bahwa penelitian ini menggunakan model sosio-ekologi. Melalui metode tersebut, penelitian menunjukkan persepsi positif dapat memotivasi supaya anggota keluarga mendukung ibu dalam memberikan ASI.

Baca juga :  Sukin & Sociolla lanjutkan gerakan “Waste Down Kindness Up” #infoMenarik

“Metode penelitian ini sudah valid untuk mendapat data superfisial terkait faktor serta aktor siapa saja yang dapat mendukung ibu menyusui untuk sukses menyusui serta tentunya tetap membuat ibu bahagia serta sehat,” kata Bunga yang lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu.

Berdasarkan hasil penelitian, HCC turut memberi rekomendasi supaya upaya edukasi di fasilitas kesehatan dapat melibatkan pesan kunci terkait dukungan psikologis serta pelibatan suami serta anggota keluarga.

Selain itu, menurut HCC, diperlukan dukungan psikologis dengan penyediaan konseling ASI secara daring maupun langkah taktis mendukung psikologis ibu di tingkat keluarga, serta diperlukan pendekatan keluarga dalam memberdayakan setiap anggota keluarga untuk mendukung Ibu memberikan ASI.

Sumber : Antaranews.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x