28 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalPengacara Notaris Edhi Tegaskan Ada Pernyataan tentang Perubahan Sertifkat #hukrim

Pengacara Notaris Edhi Tegaskan Ada Pernyataan tentang Perubahan Sertifkat #hukrim

Surabaya (PortalSidoarjo.com) – Sidang dugaan pemalsuan surat, yang mendudukkan Edhi Susanto serta Feni Talim sebagai terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (23/6/2022). Sidang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi yakni Hardi Kartoyo saksi pelapor, saksi korban Itawati serta saksi Kho Untung.

Kuasa hukum Edhi Susanto yakni Ronald Tallaway menyebut, dalam persidangan terungkap bahwa berdasarkan pernyataan yang telah diserahkan oleh notaris Edhi Susanto pada Hardi kartoyo (korban) jelas menyebutkan ada perubahan sertifikat yang harus dilakukan.

“serta dalam somasi yang dilakukan Hardi Kartoyo sebelum melapor ke polisi, jelas tidak mempermasalahkan perubahan sertifikat,” katanya.

Alasannya disebabkan yang berubah hanya sampul lambang Bola Dunia ke sampul berlambang Garuda. “Tanpa mengubah kepemilikan, meskipun adanya perubahan luas disebabkan akibat reland pun tidak mempengaruhi kesepakatan harga jual beli,” tegas Ronald.

Baca juga :  Terekam CCTV, 2 Bandit Nekat Jebol Rumah di Sukolilo serta Gasak Sepeda Motor #hukrim

Ia menambahkan, justru perubahan sampul sertifikat jelas-jelas ialah pemenuhan syarat formal dalam transaksi jual beli tanah tersebut. “Tadi Pak Hardi Kartoyo dalam persidangan menerangkan bahwa dirinya atau istrinya Itawati tidak pernah memberikan kuasa pada para terdakwa untuk merubah sampul sertifikat,” pungkas Ronald.

Dalam surat dakwaan dijelaskan, perkara ini berawal saat Hardi Kartoyo berniat menjual tiga bidang tanah serta bangunan pada Tiono Satria Dharmawan pada 2017. Ketiga SHM atas nama Itawati Sidharta yang berlokasi di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya tersebut sesuai kesepakatan dijual dengan harga Rp 16 miliar.

Sesuai rencana, pembelian tanah tersebut akan dibiayai oleh Bank Jtrust Kertajaya. Atas kesepakatan tersebut, notaris Edhi Susanto kemudian ditunjuk untuk memfasilitasi proses jual-beli tersebut. Kemudian untuk realisasi pembiayaan tersebut diperlukan pembaharuan blanko SHM atas tanah yang dibeli.

Baca juga :  Dua Pengedar Ribuan Pil Dobel L Dibekuk Polres Mojokerto #hukrim

Untuk memproses jual-beli antara Hardi Kartoyo serta Tiono Satrio, diperlukan sejumlah perubahan dalam perjanjian, diantaranya perubahan sampul sertifikat yang lama (gambar bola dunia) menjadi gambar Garuda. Untuk merubah tersebut perlu tanda tangan penjual yakni Hardi Kartoyo.

Kemudian sesuai dakwaan, notaris Edhi Susanto dituding telah memalsukan tanda tangan tersebut. Atas perbutannya, notaris Edhi Susanto didakwa pasal 263 ayat (1) KUHP. [uci/but]

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x