27 C
Sidoarjo
BerandaJatimOtoritas Taliban Hambat Pengiriman Bantuan ke Afghanistan

Otoritas Taliban Hambat Pengiriman Bantuan ke Afghanistan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Taliban yang kini menguasai Afghanistan telah menolak upaya PBB untuk membantu menghimpun dana kemanusiaan. Tidak hanya itu Taliban juga disebut menganggu pengiriman bantuan ke Afghanistan.

Sejak Taliban mengkudeta pemerintahan Afghanistan pada Agustus tahun lalu, bank-bank internasional mulai mewaspadai terhadap pengajuan sanksi yang dilakukan oleh PBB serta Amerika Serikat.

Sehingga kelompok-kelompok bantuan harus berjuang untuk menyediakan cukup uang supaya tetap dapat beroperasi.

“Sistem perbankan formal terus memblokir transfer disebabkan upaya menghindari risiko yang berlebihan, berdampak pada saluran pembayaran serta menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan,” kata Martin Griffiths Kepala Bantuan PBB  pada Dewan Keamanan, melansir Antara, Jumat (24/6/2022).

Baca juga :  Tim ITS Raih Juara Umum IRC 2022 di Amerika Serikat

PBB telah mencoba untuk memulai sistem Fasilitas Pertukaran Kemanusiaan (HEF) untuk menukar jutaan dolar bantuan ke mata uang Afghanistan dalam upaya membendung krisis ekonomi.

“Kami telah melihat kemajuan yang sangat minim disebabkan perlawanan oleh otoritas de facto. Ini ialah masalah yang tidak akan selesai dengan sendirinya,” kata Griffiths.

Griffiths mengatakan bahwa sampai sistem perbankan formal Afghanistan dapat beroperasi dengan baik lagi, PBB perlu memastikan Fasilitas Pertukaran Kemanusiaan aktif serta berjalan.

Lebih lanjut dia mengatakan sekitar setengah dari kelompok bantuan yang baru-baru ini disurvei oleh PBB melaporkan kesulitan mentransfer dana ke Afghanistan.

Kepala Bantuan PBB itu mengatakan dua pertiga dari kelompok bantuan menyebutkan kurangnya uang tunai yang tersedia di Afghanistan sebagai pemicu penghambat program mereka.

Baca juga :  Tren Kenaikan Kasus Mingguan Covid-19 di Indonesia Paling Tinggi Secara Global

Selain kurangnya uang tunai di Afghanistan, Otoritas Taliban juga memperumit pengiriman bantuan kemanusiaan. Sesuai penuturan Griffiths pihak Taliban pernah berjanji pada pejabat PBB supaya mereka tidak melakukan upaya-upaya penghambatan bantuan dari luar.

“Otoritas nasional serta lokal semakin berupaya memainkan peran dalam pemilihan penerima manfaat serta menyalurkan bantuan pada orang-orang dalam daftar prioritas mereka sendiri, dengan alasan tingkat kebutuhan yang hampir universal,” ujar dia.

Griffiths, melanjutkan. “Kami juga melihat lebih banyak tuntutan oleh Taliban untuk data serta informasi yang berkaitan dengan anggaran serta kontrak kepegawaian,” katanya.

Kemudian, dirinya juga mengatakan PBB hanya menerima sepertiga dari 4,4 miliar dolar AS (sekitar Rp65,3 triliun) yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan pada 2022.

Baca juga :  Mobil Innova di Kapas Krampung Atret Mendadak, Tabrak Tiga Motor

“Kami tidak memiliki cukup dana,” ujar dia.(ant/wld)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x