30.2 C
Sidoarjo
BerandaJatimIndonesia Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan dalam Forum Penanganan Bencana Internasional

Indonesia Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan dalam Forum Penanganan Bencana Internasional

Joko Widodo Presiden RI, siang hari ini, Rabu (25/5/2022), membuka acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang diselenggarakan Tahun 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center, Provinsi Bali.

Dalam forum internasional itu, Jokowi mengatakan Indonesia merupakan negara rawan bencana. Bencana alam serta non alam dapat terjadi setiap waktu.

Dengan adanya ancaman bencana yang nyata, masyarakat serta Pemerintah Indonesia harus membangun sistem peringatan dini multi-bencana, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Di hadapan para peserta yang terdiri dari delegasi pemerintah, organisasi nirlaba, akademisi, serta badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Presiden RI menawarkan konsep Resiliensi Berkelanjutan untuk diterapkan dalam penanganan kebencanaan global.

Baca juga :  Bappenas Ajak ITS Diskusikan Arah Startup Digital di Indonesia

“Konsep Resiliensi Berkelanjutan merupakan solusi untuk menjawab tantangan risiko sistemik menghadapi semua bentuk bencana, termasuk menghadapi pandemi serta sekaligus mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Jokowi menjelaskan, hal penting pertama yang harus dilakukan dalam konsep Resiliensi Berkelanjutan ialah memperkuat budaya serta kelembagaan siaga bencana yang antisipatif, responsif, serta adaptif.

Selain itu, pendidikan aman bencana, kelembagaan pemerintahan serta sosial yang sinergis serta tanggap bencana harus menjadi prioritas bersama.

Hal penting kedua, mantan Wali Kota Solo itu bilang, setiap negara harus berinvestasi dalam sains, teknologi serta inovasi, termasuk menjamin akses pendanaan serta transfer teknologi.

Menurutnya, akses pendanaan merupakan isu penting yang harus ditangani dengan serius.

Baca juga :  RICIS LATIHAN LAHIRAN NORMAL.. Bismillah.. #LatihanSoal

“Indonesia menyusun strategi pendanaan serta asuransi bencana, dengan membentuk dana bersama atau pooling fund, serta penggunaan dana pembangunan di tingkat desa, melalui Dana Desa, untuk mendukung upaya mitigasi serta kesiap-siagaan,” paparnya.

Selanjutnya yang ketiga, Presiden RI menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang tangguh terhadap bencana serta perubahan iklim.

Selain mitigasi infrastruktur fisik serta infrastruktur hijau, perlindungan masyarakat kelompok rentan yang tinggal di wilayah berisiko tinggi juga harus mendapatkan perhatian serius, serta jadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur.

Yang keempat, Jokowi mengajak seluruh negara berkomitmen mengimplementasikan kesepakatan global, di tingkat nasional sampai tingkat lokal.

Mulai dari Kerangka Kerja Sendai, Kesepakatan Paris, serta SDGs yang merupakan persetujuan internasional untuk mereduksi risiko bencana serta perubahan iklim.

Baca juga :  HNW Ingatkan Kemenag Tidak Buru-Buru Menolak Tambahan Kuota Haji 10 Ribu oleh Arab Saudi

“Saya mengajak seluruh negara berkomitmen serta sungguh-sungguh mengimplementasikannya,” pungkas Jokowi.

Sekadar informasi, GPDRR ke-7 di Bali dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 23 sampai 28 Mei 2022. Ribuan orang dari berbagai negara berkumpul untuk membahas penanganan bencana secara bersama-sama.(rid/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x