28 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalPolisi Ungkap 5 Kejanggalan Temuan Mayat Dua Pria di Balongdowo Sidoarjo #hukrim

Polisi Ungkap 5 Kejanggalan Temuan Mayat Dua Pria di Balongdowo Sidoarjo #hukrim

Sidoarjo (PortalSidoarjo.com) – Ada temuan lima kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP) penemuan dua pria tewas di Dusun Tempel, Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Tim gabungan terdiri dari Unit Gakkum (Laka Lantas) Satlantas Polresta Sidoarjo, Unit Reskrim Polsek Candi serta Unit Identifikasi Inafis Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar olah TKP, Minggu (22/5/2022).

Kanit Laka, Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono menjelaskan, setelah tim gabungan melakukan olah TKP, hasilnya menyimpulkan telah ditemukan 5 kejanggalan dalam perkara tersebut. “Tim gabungan menemukan lima kejanggalan saat olah TKP,” katanya.

Kejanggalan pertama yang ditemukan petugas ialah posisi standard atau jagang tengah (sepeda motor) dalam posisi dipergunakan atau posisi menyentuh tanah. serta perlu diketahui bahwa standard itu dapat dipergunakan pada saat motor berhenti saja. Jika motor dikendarai, posisi standard pasti dilipat.

Baca juga :  Opening Oppa Corndog SIDOARJO perumahan sidokare asri sidoarjo, jawa timur (seberang Tea Break)…

“Saat olah TKP, posisi motor terbalik roda di atas, tampak standard sedang berfungsi. Berarti saat itu motor dalam keadaan berhenti atau parkir dengan menggunakan standard tengah,” jelasnya.

Kejanggalan kedua, petugas tidak menemukan benturan benda keras atau pun goresan aspal ataupun di plengsengan yang membatasi parit dengan jalan. Pemeriksaan itu dilakukan petugas dengan radius beberapa meter dari motor maupun korban ditemukan. “Di jalan maupun plengsengan tidak ditemukan bekas goresan,” terangnya.

Untuk kejanggalan yang ketiga, berawal saat petugas memeriksa posisi gigi perseneling. Saat itu gigi perseneling pada posisi gigi 3. Jika posisi gigi tiga dipergunakan, kecepatan motor ideal ialah 50 sampai 60 Km per jam. Jika mengalami kecelakaan dengan kecepatan 50 Km per jam, kemungkinan motor korban akan melampaui parit dengan lebar sekitar 1 meter itu, atau dapat juga jatuh di sawah. “tetapi posisi jatuhnya motor korban berada di parit serta terbalik. Posisi jatuh sepeda motor tidak sesuai dengan arah jatuhnya,” ungkapnya.

Baca juga :  Kalian tim outfit apa nih kalau lagi liburan?Cewe kue, cewe mamba atau cewe bumi?.Btw, ada G…

Sedangkan kejanggalan ke empat ialah posisi jatuhnya korban bersebrangan antara korban kesatu dengan korban kedua. Kemudian kejanggalan yang kelima ialah luka-luka pada kedua tubuh korban tidak ada luka parut seperti korban kecelakaan pada umumnya.

“Luka yang dialami korban tidak menunjukkan kejadian laka lantas. Dari situ, kesimpulan petugas bahwasanya Kejadian tersebut seolah-olah di-setting, seperti kecelakaan,” pungkasnya. [isa/suf]

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x