30.2 C
Sidoarjo
BerandaJatimKemenkes: Pelonggaran Pemakaian Masker Wajib Diimbangi Disiplin Prokes

Kemenkes: Pelonggaran Pemakaian Masker Wajib Diimbangi Disiplin Prokes

Mohammad Syahril Juru Bicara Kementerian Kesehatan urusan Covid-19 mengatakan, masyarakat wajib menerapkan perilaku hidup bersih serta sehat, seiring kebijakan relaksasi yang diberlakukan pemerintah di masa pandemi.

Untuk sementara, masyarakat cuma boleh melepas masker di ruang terbuka yang tidak banyak orang. Sedangkan masyarakat di ruang tertutup, transportasi publik, yang sedang sakit serta golongan masyarakat rentan masih perlu memakai masker.

“meski sudah diumumkan pelonggaran itu, tetap akan ada kewajiban yang harus kita terapkan dengan disiplin yaitu protokol kesehatan,” katanya di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Hal itu senada dengan imbauan Puan Maharani Ketua DPR RI. Legislator PDI Perjuangan tersebut mengingatkan masyarakat selalu waspada serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Presiden Menugaskan Tito Karnavian sebagai Menteri PAN RB Ad Interim

Menurutnya, pelonggaran prokes dapat diterapkan seiring kondisi yang semakin baik, serta transisi dari pandemi ke endemi.

Pelonggaran lain yang juga diberlakukan pemerintah ialah bebas tes antigan atau PCR untuk pelaku perjalanan domestik mau pun internasional yang sudah menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19.

Terkait kebijakan bebas tes Covid-19, Masdalina Pane Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Pakar Epidemiologi Indonesia (PAEI) menilai langkah pemerintah cukup berbahaya.

“Kalau untuk luar negeri kami masih sepakat untuk melakukan PCR terutama untuk negara-negara yang saat ini sedang mengalami peningkatan kasus,” katanya di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Terkait kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, Doni Koesoema pengamat pendidikan sangat mendukung.

Baca juga :  Terlilit Utang, Pria di Mojokerto Gadaikan 12 Mobil yang Dijual di Media Sosial

Dia menilai, pandemi yang semakin terkendali berpengaruh pada pendidikan. disebabkan, pendidikan karakter sangat terbantu dengan adanya PTM.

“Dengan PTM, maka pembentukan karakter dapat lebih mudah terjadi. Kalau kita mengajar di kelas kan kita dapat langsung survei sekilas misal ada anak mengantuk. Tapi kalau daring kan gak dapat,” ucapnya.

Doni berpendapat, PTM sangat penting disebabkan bukan cuma berkaitan dengan materi pembelajaran. Tapi, juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya.

“Dengan interaksi secara langsung, pelajar akan merasa lebih dimanusiakan serta dihargai,” tandasnya.(rid/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x