28 C
Sidoarjo
BerandaJatimHukum KriminalBerkedok Pakar Penglaris, Pria Asal Sumenep Ditangkap Polisi #hukrim

Berkedok Pakar Penglaris, Pria Asal Sumenep Ditangkap Polisi #hukrim

Pamekasan (PortalSidoarjo.com) – Pelaku kasus penipuan dengan dalih Pakar pelaris jualan, inisial AR (36) warga Desa Pragaan Dhaja, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, akhirnya tak berkutik setelah ditangkap  Polres Pamekasan, Sabtu (14/5/2022).

Bahkan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga sempat melakukan aksi penipuan di sejumlah lokasi lain di kabupaten Pamekasan, di antaranya di kecamatan Pademawu, Pamekasan, Palengaan hingga Kecamatan Proppo.

“Penangkapan tersangka inisial AR ini berdasar laporan dari salah satu korban, ANT (inisial) yang bekerja sebagai penjual nasi goreng di Jl Teja, Kalurahan Jungcancang, Kecamatan Pamekasan. Dalam aksi tersebut, tersangka AR merugikan korban sekitar Rp 10 juta,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Selasa (17/5/2022).

Baca juga :  Gadis 13 Tahun di Mojokerto Diduga Jadi Korban Begal Payudara #hukrim

Berdasar laporan korban, tersangka membuka perbincangan dengan suami korban, Dul Mukmin di tempat jualan di Jl Teja. Selanjutnya tersangka beraksi dengan menyampaikan keahlian dapat melariskan jualan alias penglaris, korban pun pada akhirnya tergiur.

“Awalnya tersangka AR minta anting korban, tetapi dikembalikan pada korban disebabkan alasan kurang kuat untuk menarik pelanggan. Akhirnya tersangka minta kalung yang dikenakan korban, si korban tanpa sadar memberikan kalung serta tersangka langsung kabur,” ungkapnya.

Beberapa menit berselang, suami korban Dul Mukmin terkejut dengan kondisi istrinya yang sedang menangis disebabkan sadar sudah tertipu. “Selain kalung yang ditaksir seharga sekitar Rp 10 juta, uang hasil jualan sebesar Rp 150 ribu juga raib dibawa kabur tersangka,” jelasnya.

Baca juga :  KPK Kembali Periksa Delapan Anggota DPRD Tulungagung #hukrim

“Tersangka ini terbilang cukup lihai serta sudah beraksi di beberapa TKP di Pamekasan, mulai dari toko peracangan, penjual es teler di pinggir jalan, tailor (rumah jahit) hingga warung kopi juga tidak luput dari aksi tersangka,” sambung Rogib Triyanto.

Akibat aksi tersebut, tersangka bakal dijerat Pasal 378 serta 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Perkara Penggelapan serta Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. [pin/suf]

Sumber -> Beritajatim.com

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x