28 C
Sidoarjo
BerandaVideoEdukasiLahirnya Nusantara (2/2): Relief Rahasia Raja Kertanegara di Candi Jawi

Lahirnya Nusantara (2/2): Relief Rahasia Raja Kertanegara di Candi Jawi

Kelengkapan video ini:
Episode 1 Miniseri Lahirnya Nusantara: https://youtu.be/s_5q9Rdyjs8
Tentang Tantra Bhairawa: https://youtu.be/TXbCaQu9GJs
Arca Perwujudan Kertanegara: https://youtu.be/oqC0z3lV2Ms
Penaklukkan-Penaklukkan Majapahit: https://youtu.be/LiB2T-jWNjg

Lihat juga candi-candi yang lain:
Prajurit Majapahit Yang masih jaga Candi: https://youtu.be/AoWA_iKt77g
Candi Paling Eksotis serta Erotis: https://youtu.be/tcCDdjVTw_I
Candi-candi Yang Terkubur Desa: https://youtu.be/tux3LY5key8
Keajaiban Alam Di Candi Songgoriti: https://youtu.be/plNMpd7yUxU

Sri Maharaja Kertanagara ialah raja terakhir yang memerintah Kerajaan Singhasari. Masa pemerintahan Kertanagara dikenal sebagai masa kejayaan Singhasari. Ia sendiri dipandang sebagai penguasa Jawa pertama yang berambisi menyatukan wilayah Nusantara. Menantunya Raden Wijaya, kemudian mendirikan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1293 sebagai penerus dinasti Singhasari.

Dalam bidang agama, Kertanagara memperkenalkan penyatuan agama Hindu aliran Syiwa dengan agama Buddha aliran Tantrayana. Oleh disebabkan itu dalam Pararaton. Kertanagara sering juga disebut Bhatara Siwa Buda.

Baca juga :  (Tutorial Gitar) KAHITNA – Cantik | Lengkap serta Mudah #tutorial

Menurut Nagarakretagama, Kertanagara telah menguasai semua ajaran agama Hindu serta Buddha, Itu sebabnya Kertanagara dikisahkan pula dalam naskah-naskah kidung sebagai seorang yang bebas dari segala dosa. Bahkan, salah satu ritual agamanya ialah berpesta minuman keras.

Gelar keagamaan Kertanagara dalam Nagarakretagama ialah Sri Jnanabajreswara, sedangkan dalam Prasasti Tumpang ia bergelar Sri Jnaneswarabajra. Kertanagara diwujudkan dalam sebuah patung Jina Mahakshobhya (Buddha) yang kini terdapat di Taman Apsari, Surabaya. Patung yang merupakan simbol penyatuan Syiwa-Buddha itu sebelumnya berasal dari situs Kandang Gajak, Trowulan, yang pada tahun 1817 dipindahkan ke Surabaya oleh Residen Baron A.M. Th. de Salis. Oleh masyarakat patung tersebut dikenal dengan nama Joko Dolog.

Baca juga :  30 KIAT HIDUP CERDAS UNTUK KESEHARIAN || Tips serta Trik DIY yang Memudahkan Hidupmu #tutorial

Ternyata banyak fakta unik sejarah Indonesia yang layak kita cermati, tentu saja dengan sudut pandang baru. Misalnya tentang kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, kerajaan Hindu-Budha di Nusantara, filosofi jawa kuno, falsafah jawa kuno, bahkan kebiasaan orang jawa dalam budaya orang jawa zaman dahulu, baik dalam bentuk tulisan maupun candi.

Beberapa ilustrasi yang kami gunakan diambil dari beberapa film sejarah bangsa Indonesia. Dengan mempelajari ini kami tahu bahwa ada kemungkinan budaya Indonesia mendunia disebabkan memiliki keunikan yang menarik, supaya Indonesia makin jaya sebagaimana terangnya Surya Majapahit di tempo doloe, yang terlihat dari candi peninggalannya.

Sejarah tidak hanya menampilkan fakta unik, tetapi juga budaya Nusantara yang menarik. Misalnya arsitektur candi serta lain sebagainya. Sejarah dunia maupun sejarah Nusantara selalu menyajikan kisah serta cerita masa lalu yang menarik, meski kadang bercampur dengan mitos serta legenda Nusantara. Itulah budaya Indonesia.

Baca juga :  PRANK MAKANAN YANG GILA BUAT TEMANMU serta LIFEHACK BERMANFAAT || Tips serta trik menarik dari RATATA! #tutorial

Masih banyak peristiwa sejarah Nusantara yang dapat kami angkat dalam angle yang tidak biasa serta unik, silakan tekan like, beri komentar, serta tentu saja subscribe supaya Anda pun mengikuti kajian menarik kami tentang sejarah. serta hal unik terkait Candi Jawi di daftar di candi-candi di Indonesia, raja-raja Jawa.

Facebook: https://www.facebook.com/asisisuharianto
Instagram: https://www.instagram.com/sasakalasuharianto
Twitter: https://twitter.com/Asisisuharianto
Blog: https://asisichannel.wordpress.com/
“Makai Symphony – Dragon Castle” is under a Creative Commons license (CC BY-SA 3.0).
Music promoted by BreakingCopyright: https://bit.ly/b-dragon-castle
Juga berterima kasih pada Wikipedia untuk beberapa foto sejarah yang sudah bersifat publik.

Sampai jumpa di singkapan yang lain.

Sumber » ASISIChannel

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x