27 C
Sidoarjo
BerandaJatimDilaporkan Hilang, Pelajar SMP di Surabaya Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Belakang...

Dilaporkan Hilang, Pelajar SMP di Surabaya Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Belakang Mal

Valentino Tandjung (15 tahun) pelajar sebuah SMP Negeri di Surabaya ditemukan dalam keadaan meninggal tergantung di pohon belakang salah satu mal di kawasan Rungkut, Surabaya pada Rabu (20/4/2022) sore sekitar pukul 16.22 WIB.

Dalam keterangan tertulis yang dibagikan oleh Command Center Surabaya, penemuan jenazah pelajar itu berawal dari office boy mal yang ingin membersihkan area tersebut.

“Saksi mencium bau tidak sedap serta menemukan jenazah tergantung di pohon belakang mal,” mengutip keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

Selanjutnya pegawai tersebut menghubungi petugas keamanan serta kemudian meneruskan ke pihak berwenang.

Jenazah pelajar tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya oleh tim Inafis.

Baca juga :  Human Error Mendominasi Penyebab Kecelakaan di Sidoarjo Selama Operasi Ketupat 2022

Petugas sudah menghubungi ibunya serta pihak keluarga sudah menjemput jenazah korban.

Sebelumnya Valentino Tanjung dilaporkan hilang oleh ibunya di Radio Suara Surabaya sebulan lalu, pada 7 Maret 2022), kalau Valentino meninggalkan rumah sejak 4 Maret 2022.

Beberapa saat setelah menerima laporan kehilangan remaja tersebut, langsung di-posting di laman Facebook E100 pada 7 Maret 2022.

Setelah sebulan tidak ada kabar, kemudian laporan kehilangan tersebut di-posting lagi di laman Facabook E100 pada 4 April 2022.

Yuliana Tini warga Jalan Kalirungkut mengudarakan laporan kehilangan anak laki-lakinya yang meninggalkan rumah sejak hari Jumat (4/3/2022).

Valen, kata Yuliana, berpamitan ingin pergi ke sekolah di SMPN 23. Saat berpamitan ia minta uang saku lebih yang akan digunakannya untuk naik ojek online.

Baca juga :  Pemkot Surabaya Berupaya Mengentaskan 600 Ribu MBR dengan e-Peken serta Padat Karya

Valentino meninggalkan rumah memakai seragam pramuka, celana panjang, sepatu hitam serta tas ransel kecil.

Yuliana mengaku kondisi anaknya inklusi serta lambat berpikir. Valen juga pendiam serta dalam kesehariannya tidak dapat lepas dari gadgetnya.

Pihaknya sudah mencoba menghubungi HP Valen sejak Jumat malam tetapi HPnya mati. Ia sudah mencari ke teman-teman serta keluarganya tapi nihil. Ia juga melaporkan kehilangan anaknya ini ke polisi.(dfn/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x