30 C
Sidoarjo
BerandaJatimKejaksaan Agung Tetapkan Empat Orang Tersangka Ekspor Ilegal Minyak Goreng Sawit

Kejaksaan Agung Tetapkan Empat Orang Tersangka Ekspor Ilegal Minyak Goreng Sawit

Kejaksaan Agung menetapkan Indrasari Wisnu Wardhana Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng sawit.

Selain itu, Kejaksaan juga menetapkan tiga orang lain dari pihak swasta sebagai tersangka, masing berinisial SMA Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group, MPT Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, serta PT General Manager PT Musim Mas.

Pengumuman itu disampaikan Sanitiar Burhanuddin Jaksa Agung pada Selasa (19/4/2022) sore, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Menurut Burhanuddin, Wisnu selaku pejabat Kementerian Perdagangan terindikasi menerbitkan izin ekspor untuk sejumlah perusahaan produsen kelapa sawit secara melanggar hukum.

Akibat perbuatan itu, minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri menjadi langka, serta otomatis harganya jadi mahal.

Baca juga :  Anggota DPR minta Wapres Dorong Pelaksanaan Vaksin Halal

“Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga serta industri kecil yang menggunakan minyak goreng serta menyulitkan kehidupan rakyat,” katanya.

Indra Wisnu Wardhana Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan memakai rompi sesudah berstatus tersangka kasus impor minyak goreng ilegal, Selasa (19/4/2022), di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Jaksa Agung bilang, penyidik sudah menemukan cukup alat bukti untuk menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka.

Dalam proses pengusutan, sembilan belas saksi sudah diperiksa, berikut keterangan Pakar, serta memeriksa 596 dokumen serta surat terkait lainnya.

Para tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan permufakatan antara pemohon serta pemberi izin dalam penerbitan izin ekspor.

Penerbitan izin ekspor untuk eksportir menyalahi aturan disebabkan tidak memenuhi sejumlah persyaratan.

Baca juga :  Menanti Operasi, Korban Kecelakaan Bus Pariwisata Tol Mojokerto di RS Petrokimia Gresik Tidak Tahu Orang Tuanya Meninggal

Antara lain, harga tidak sesuai dengan harga penjualan dalam negeri, serta tidak mendistribusikan minyak goreng sebagaimana kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) yaitu memasok 20 persen dari total ekspor untuk kebutuhan domestik.

Seperti diketahui, pada akhir 2021 Kementerian Perdagangan menerapkan kebijakan DMO serta Domestic Price Obligation (DPO) untuk perusahaan yang ingin melaksanakan ekspor CPO serta produk turunannya.

Kemudian, Kementerian Perdagangan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit, merespons kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng di pasar.

Dalam pelaksanaannya, ada perusahaan ekportir yang tidak memenuhi DPO, tapi tetap mendapat persetujuan ekspor minyak sawit dari oknum pejabat di Kementerian Perdagangan.

Atas perbuatannya, keempat tersangka terancam jerat Pasal 54 ayat (1) huruf a serta ayat (2) huruf a, b, e, serta f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Baca juga :  Polda Jatim Amankan 279 Ton Pupuk Ilegal, Modusnya Ganti Karung Pupuk Subsidi

Selain itu, para tersangka diduga melanggar Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 Tahun 2022 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri (Domestic Market Obligation) serta Harga Penjualan di Dalam Negeri (Domestic Price Obligation) serta Ketentuan Bab II Huruf A angka (1) huruf b, juncto Bab II huruf C angka 4 huruf c Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02/DAGLU/PER/1/2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan serta pengaturan ekspor CPO, RDB Palm Olein serta UCO.

untuk kepentingan penyidikan, keempat tersangka ditahan di tempat berbeda. IWW serta MPT masing-masing ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Sedangkan tersangka SMA serta PT akan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mulai hari ini sampai 8 Mei 2022.(rid/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x