32 C
Sidoarjo
BerandaJatimDua Minggu Jelang Lebaran, Masyarakat Surabaya Mulai Serbu Toko Emas

Dua Minggu Jelang Lebaran, Masyarakat Surabaya Mulai Serbu Toko Emas

Deretan toko emas di Jalan Blauran, Genteng, Surabaya ramai pengunjung pada Sabtu (16/4/2022) siang.

Alice, karyawan salah satu toko emas di Jalan Blauran pada suarasurabaya.net menyampaikan, situasi ini terjadi disebabkan pandemi yang sudah reda sehingga banyak orang berminat membeli emas.

“Ada juga yang masih jual, tapi banyak yang masih tukar tambah juga,” ujar Alice.

Kondisi ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya, di mana lebih banyak orang menjual emas disebabkan dampak pandemi Covid-19.

“Iya terimbas banyak yang jual. Yang beli ada tapi sedikit,” tambahnya.

Selain itu Alice memprediksi, mendekati lebaran nanti akan lebih ramai lagi yang membeli emas.

“Minggu depan habis THR itu biasanya ramai,” tegas Alice.

Baca juga :  Jasa Raharja Menjamin Santunan Kecelakaan Lalu Lintas Bus Pariwisata di Tol Mojokerto

Luluk, salah satu pengunjung toko emas, warga Kalibokor Kota Surabaya yang datang membawa perhiasan berupa gelang emas. Berniat menjualnya disebabkan kebetulan harga emas sedang tinggi serta membutuhkan uang.

“Harga jualnya ya 731 ribuan. Dijual disebabkan butuh,” kata Luluk.

Sementara itu, ramainya pengunjung juga terlihat di toko Mas 32 Jaya. Suliwati, karyawan toko pada suarasurabaya.net mengatakan, ramainya pengunjung toko emas sebenarnya tidak ada kaitannya dengan momen lebaran, melainkan disebabkan tingginya harga jual emas saat ini.

“Setiap hari banyak orang jual, gak ada orang beli,” ujar Suliwati.

Menurutnya, kondisi ini dikarenakan harga emas yang tinggi sejak akhir 2020 sampai saat ini. Selain itu, juga dikarenakan pandemi Covid-19 termasuk kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang sempat berlaku.

Baca juga :  Antisipasi Penularan Wabah PMK, Pemkab Malang Tutup Sementara Seluruh Pasar Hewan

“Kalau harga udah tinggi gini gak ada yang beli,” imbuhnya.

Suliswati menambahkan, harga jual emas perhiasan hari ini kisaran Rp700 ribu lebih, sementara logam mulia senilai Rp900 ribu lebih.

“900 ke atas logamnya. Perhiasan 700 lebih,” jelas Suliwati.

Berbeda dengan toko emas, Imam penyedia jasa pembeli emas di bahu Jalan Blauran justru mengaku belum mendapat pelanggan sama sekali sejak awal Ramadan. Menurutnya masyarakat lebih memanfaatkan momen lebaran dengan membeli emas.

“Tidak ada yang jual ke saya sama sekali. Kalo mau lebaran banyak yang beli,” tegas Imam. (lta/bil/iss)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x