28 C
Sidoarjo
BerandaJatimPemerintah Buka 758 Ribu Formasi Guru ASN PPPK pada Tahun 2022

Pemerintah Buka 758 Ribu Formasi Guru ASN PPPK pada Tahun 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, serta Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuka 758.018 formasi untuk memenuhi kebutuhan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2022. tetapi hingga saat ini, pemerintah daerah (pemda) baru mengusulkan sebanyak 17,3 persen atau 131.239 formasi termasuk Guru Agama, Guru Seni Budaya, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, serta Kesehatan (PJOK), serta Guru Kelas TK.

Dalam upaya meningkatkan jumlah formasi yang diusulkan, Iwan Syahril Direktur Jenderal Guru serta Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek mengatakan Kemendikbudristek bersama-sama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Kemenkeu serta Kemendagri akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menuturkan, saat ini Panselnas sedang menyusun draft mekanisme rekrutmen guru ASN PPPK 2022.

“Saat ini sedang menunggu terbitnya aturan mekanisme baru seleksi PPPK untuk kita sosialisasikan serta koordinasikan dengan seluruh pemda sesegera mungkin. Ini kami lakukan supaya dapat menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada tahun 2021 serta tidak terjadi lagi pada 2022 sehingga proses rekrutmennya menjadi lebih baik,” ujar Iwan dalam keterangannya, Rabu (13/4/2022)

Baca juga :  DPRD: Pemkot Surabaya Sedang Mendata Gedung yang Belum Mengantongi SLF

Satu di antara penyempurnaannya, kata Iwan ialah formasi untuk tahap ketiga pada 2021 tetap ada serta akan digabungkan dengan formasi tahun 2022 sehingga total formasi yang tersedia tahun 2022 sebesar 970.410.

“Formasi ketiga tahun 2021 tidak akan hilang, tetap ada serta akan digabungkan dengan formasi 2022,” terang Iwan.

Dirjen GTK mengatakan, aturan baru yang disempurnakan itu mempertimbangkan supaya guru yang telah lulus passing grade dapat mendapatkan formasi tanpa harus melakukan seleksi serta memperbesar kuota formasi.

“disebabkan kita sebenarnya mengetahui jika formasi diajukan secara maksimal, maka sangat besar kemungkinan guru-guru yang sudah lulus passing grade akan mendapatkan formasinya,” tandasnya.

Iwan menjelaskan, pihaknya juga akan berupaya mencegah terjadinya lebih banyak pergeseran antarguru di sekolah induk.

Baca juga :  Jelang Libur Besar Nasional, Penumpang Stasiun Gambir serta Pasar Senen Kembali Meningkat

“Penyempurnaan mekanisme rekrutmen guru PPPK tahun 2022 ini diharapkan dapat mempercepat penuntasan pemenuhan satu juta guru ASN,” ucapnya.

Terkait dengan ketidakyakinan pemda dalam penganggaran gaji, Iwan mengatakan Kemendikbudristek bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu No. S-98/PK/2021 tertanggal 25 Juni 2021 yang menjelaskan perhitungan gaji guru PPPK dalam alokasi tahun anggaran 2021 yang telah disosialisasikan dalam berbagai kesempatan baik secara luring maupun daring.

Di samping itu, Kemendikburistek bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Agama terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Dalam surat edaran dari Kemendagri juga, pemda diminta untuk segera melaksanakan pengangkatan PPPK sesuai dengan formasi yang sudah ditetapkan Kemen PANRB, serta merealisasikan pembayaran gaji serta tunjangan PPPK sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.

Baca juga :  KPK Tetapkan Richard Louhenapessy Wali Kota Ambon sebagai Tersangka Penerima Suap Izin Usaha Ritel

untuk anggaran formasi tahun 2022, kata Iwan, Kemenkeu telah mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Perimbangan Keuangan No. S-204/PK/2021 tertanggal 13 Desember 2021 yang ditujukan pada Gubernur, Bupati, serta Walikota tentang Perhitungan Anggaran PPPK Guru dalam Alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2022.

“Kebutuhan gaji pokok PPPK guru 2022 sebanyak 14 bulan, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji ke-13, dengan asumsi guru yang lulus tahun 2021 mulai digaji pada Januari 2022. Sedangkan untuk guru yang lulus tahun 2022, mulai digaji pada Oktober 2022 sehingga akan mendapatkan 3 bulan gaji,” ucap Iwan.

Iwan juga menegaskan, alokasi dana yang telah diperhitungkan dalam DAU 2021 serta 2022 untuk PPPK Guru bersifat earmarked, artinya tidak dapat dipergunakan untuk kebutuhan lainnya.

untuk itu, lanjut Iwan, pemerintah pusat berharap supaya pemda untuk sesegera mungkin mengajukan formasi guru PPPK tahun 2022.(faz/iss)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x