27 C
Sidoarjo
BerandaJatimMenteri ESDM Beri Sinyal Harga Pertalite serta Solar Bakal Naik

Menteri ESDM Beri Sinyal Harga Pertalite serta Solar Bakal Naik

Arifin Tasrif Menteri Energi serta Sumber Daya Mineral memberi sinyal akan menaikan harga Pertalite serta Solar, sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Dalam (strategi) jangka menengah serta panjang…, penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, serta mempercepat bahan bakar pengganti (kendaraan listrik, bahan bakar gas, bioetanol, maupun BioCNG),” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (13/4/2022) mengutip dari Antara.

Arifin menjelaskan ketegangan geopolitik global yang terjadi saat ini telah menyebabkan harga minyak mentah dunia melambung tinggi, sehingga menyebabkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2022 mencapai 98,4 dolar AS per barel.

Baca juga :  Pimpinan DPR Dukung Terobosan Polri Membina Personel yang Terlibat Narkoba

Menurut dia, angka ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya mengasumsikan sebesar 63 dolar AS per barel.

“Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai 839,6 dolar AS per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar 569 dolar AS per metrik ton,” jelas Arifin.

Selain menyesuaikan harga Pertalite serta Solar, pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota dua jenis BBM bersubsidi tersebut supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter disebabkan kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14 persen pada periode Januari sampai Maret 2022.

Baca juga :  Polda Jatim Amankan 279 Ton Pupuk Ilegal, Modusnya Ganti Karung Pupuk Subsidi

Sedangkan, kuota solar diusulkan bertambah sebanyak 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter. Pemerintah menambah kuota solar subsidi disebabkan BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9,49 persen periode Januari sampai Maret 2022 akibat peningkatan aktivitas pertambangan serta perkebunan disebabkan harga komoditas global yang naik.

Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022, sehingga menyisakan kuota Pertalite sebanyak 16,57 juta kiloliter. Adapun volume kuota Solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter serta menyisakan kuota sebanyak 11,02 juta kiloliter.(ant/dfn/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x