31 C
Sidoarjo
BerandaJatimCapaian Zakat Masyarakat Jawa Timur Masih Rendah

Capaian Zakat Masyarakat Jawa Timur Masih Rendah

Capaian pengumpulan zakat di Provinsi Jawa Timur masih sangat rendah. Pusat kajian strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghitung potensi zakat Provinsi Jawa Timur lebih dari Rp30 triliun. tetapi total zakat yang terkumpul pada tahun 2021 baru Rp1 triliun.

Roziqi Ketua Baznas Jawa Timur mengatakan, menggugah kesadaran umat untuk berzakat tidaklah mudah.

“Perlu ada pemahaman serta sosalisasi. Terkadang kita punya harta maal yang sesuai hitungan, bayar, tapi belum tentu sesuai dengan hitungannya,” kata Roziqi pada Radio Suara Surabaya, Selasa (13/4/2022).

Sepuluh bulan setelah dilantik, Roziqi serta pengurus Baznas Jawa Timur mendahulukan sosialisasi ke seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). “Kita untuk unit pengumpul zakatnya termasuk rumah sakit provinsi serta perusahaan daerah. Yang mulai jalan di Bank Jatim,” katanya.

Baca juga :  Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Mojokerto, Dirlantas Polda Jatim Turunkan Tim TAA

Selama tahun 2021, Baznas Jawa Timur mengumpulkan zakat Rp19 miliar. Tahun ini Baznaz menargetkan zakat yang dapat terkumpul di Baznas Jawa Timur di atas Rp200 miliar

Sementara, realisasi Baznas kabupaten/kota seluruh Jawa Timur senilai Rp150 miliar. Kemudian besaran dana yang terkumpul melalui LAZ Rp951,9 miliar, rinciannya zakat maal Rp126,7 miliar, zakat fitrah Rp149,5 miliar, lalu dari infaq serta sodaqoh Rp675,7 miliar

“Kalau kita kumpulkan Rp1 triliun lebih,” kata Roziqi.

Baznas merupakan badan resmi serta satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah untuk menghimpun serta menyalurkan zakat, infaq, serta sedekah pada tingkat nasional.

Baznas menghimpun zakat Aparat Sipil Negara (ASN) dengan gaji di atas Rp4 juta serta perusahaan daerah.

Baca juga :  Jelang NJTF, Koarmada II Pamerkan Alutsista Terbaru di Villa Navy Residence

Sementara untuk masyarakat dapat membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mengumpulkan zakat, infaq, sodaqoh, serta dana keagamaan lainnya. Contohnya LAZ yaitu Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) serta Lembaga Amil Zakat, Infak, serta Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu).

“Kami tidak berkompetisi tapi berintegrasi. LAZ harus mengumpulkan serta melaporkan pendistribusiannya ke Baznas setap enam bulan sekali,” katanya.

Sedangkan untuk masjid, Baznas provinsi/kabupaten/kota telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dana yang terkumpul akan disetorkan ke Baznaz. Kemudian UPZ dapat membuat program yang sesuai syariat sehingga Baznas akan mengembalikan dana itu sampai 70 persen.

Dua di antara program penyaluran zakat di Baznas Jawa Timur  yaitu zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro seperti tambal ban serta penjual gorengan. “Kami berikan masing-masing Rp500 ribu supaya usahanya dapat berkembang,” katanya.

Baca juga :  Diguyur Hujan Saat Manggung, Padi Reborn: Terima Kasih Tidak Lari dari Hujan

Kemudian program 1 keluarga 1 sarjana yang membiayai kuliah 150 mahasiswa yang ekonomi orang tuanya tidak mampu.

Baznas Jawa Timur dapat dihubungi di nomor telepon 031-5613661 serta berkantor di Islamic Center Surabaya.(iss)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x