28 C
Sidoarjo
BerandaJatimWali Kota Surabaya Targetkan Anggaran Belanja Barang serta Jasa Rp2 Triliun Melalui...

Wali Kota Surabaya Targetkan Anggaran Belanja Barang serta Jasa Rp2 Triliun Melalui e-Peken

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menargetkan perputaran uang dari sektor UMKM serta koperasi di e-Peken sebesar Rp2 triliun.

Angka ini ditargetkan Eri dari 40 persen anggaran belanja barang serta jasa Pemkot Surabaya, supaya dapat dibelanjakan di e-Peken.

“40 persen anggaran pemerintah kota Surabaya belanja barang serta jasa seperti cetak, advertising serta ATK. Kalau anggaran kita Rp5 triliun, kalau 40 persennya maka Rp2 triliun. Saya sudah perintahkan Rp2 triliun anggaran Kota Surabaya harus dikerjakan UMKM serta koperasi. Kalau diambil UMKM fainsyaAllah sudah gak ada lagi kemiskinan di Surabaya. Saya sudah minta Dinas Koperasi supaya semuanya dapat masuk e-Peken,” kata Eri dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (12/4/2022).

Baca juga :  Pemkot Surabaya Berupaya Mengentaskan 600 Ribu MBR dengan e-Peken serta Padat Karya

untuk mewujudkan ini, Eri mengatakan Pemkot saat ini masih terus menyempurnakan pengadaan barang yang ada di e-Peken. Salah satunya dengan cara belanja pengadaan yang terkoneksi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP).

Sistemnya, LKPP akan mengambil barang dari distributor untuk dijual di marketplace milik Pemkot Surabaya melalui koperasi. Nantinya UMKM akan mengambil barang untuk dijual melalui koperasi yang dibentuk oleh Pemkot.

“UMKM dapat mengambil langsung di marketplace yang disediakan LKPP. Hadirnya pemerintah di sini ialah membentuk koperasi. Kita lihat misalkan beras merek A berapa kebutuhannya. Yang ambil ialah Pemkot melalui koperasi sehingga nanti UMKM mengambil dengan harga yang sama dengan di marketplace,” katanya.

Baca juga :  Penonton NJTF Nikmati Penampilan Syaharani & Queenfireworks di Tengah Rintik Hujan

Sedangkan untuk menyiasati selisih harga antar toko di e-Peken, Eri mengatakan, sudah berkoordinasi dengan toko modern.

“Kami sudah berkoordinasi dengan toko modern. Bahkan toko modern mengatakan kalau barang di e-Peken untuk bahan yang di toko modern tidak ada, maka dia (UMKM) dapat mengambil di toko modern. Harga jualnya dapat sama dengan toko modern,” terangnya.

Seperti diketahui e-Peken merupakan aplikasi berbasis mobile yang menghubungkan toko kelontong serta Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) di Kota Surabaya dengan konsumen.

Aplikasi berbasis daring ini diluncurkan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 31 Oktober 2021. Aplikasi ini mempermudah toko kelontong serta UMKM dalam memperluas jangkauan pemasarannya, sekaligus mendorong berkembangnya ekonomi kerakyatan.(dfn/rst)

Baca juga :  DPRD: Pemkot Surabaya Sedang Mendata Gedung yang Belum Mengantongi SLF

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x