29 C
Sidoarjo
BerandaJatimHarga Pupuk Melambung, Pupuk Indonesia Jelaskan Penyebabnya

Harga Pupuk Melambung, Pupuk Indonesia Jelaskan Penyebabnya

Wijaya Laksana SVP Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) mengungkapkan penyebab harga pupuk yang melambung dikarenakan berbagai faktor dalam skala internasional yang peristiwanya sudah terjadi sejak pertengahan 2021.

Wijaya mengungkapkan kenaikan harga pupuk bermula dari kebijakan China serta Rusia sebagai negara pengekspor pupuk serta bahan baku pupuk terbesar dunia menyetop ekspor untuk jaga kebutuhan pupuk dalam negeri.

“China serta Rusia pada Agustus atau September tahun lalu menghentikan ekspornya. Padahal, mereka memegang pasar 20 hingga 30 persen di dunia,” katanya Senin (11/4/2022) mengutip Antara.

Pupuk Indonesia masih membutuhkan bahan baku fosfor serta kalium yang harus diimpor dari negara lain dikarenakan sifatnya yang merupakan barang tambang. Biasanya, Pupuk Indonesia membeli bahan baku pupuk tersebut dari Rusia serta China.

Baca juga :  Ketua DPR Fasilitasi KIP Afirmasi untuk Beasiswa 146 Mahasiswa UMNU

Wijaya mengatakan harga pupuk melonjak signifikan ketika Rusia serta China membatasi ekspor pupuk. Hal tersebut diperparah lagi dengan tren kenaikan harga komoditas dunia, termasuk gas bumi yang menjadi salah satu bahan baku pupuk.

“Harga pupuk urea yang biasanya satu ton paling antara 300-500 dolar AS per ton, di akhir tahun 2021 harga urea sampai 1.000 dolar AS per ton,” kata Wijaya. Begitu juga dengan fosfor serta kalium yang harganya sudah naik dua hingga tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga pupuk juga terdampak dari permasalahan jasa logistik perkapalan yang sempat langka serta tarifnya melambung tinggi. Tarif logistik yang meningkat tersebut menyebabkan kenaikan harga pupuk.

Baca juga :  Wacana ASN Work From Anywhere, Pakar: Hanya untuk Jenis Pekerjaan Tertentu

Harga pupuk kemudian terus melambung tinggi lantaran Rusia sebagai salah satu negara pengekspor pupuk terbesar dunia dalam situasi perang dengan Ukraina. Hal itu menyebabkan pasokan bahan baku pupuk serta pupuk dunia kembali tersendat.

Kenaikan harga pupuk internasional sempat memberikan keuntungan besar bagi anak perusahaan Pupuk Indonesia yakni PT Pupuk Kalimantan Timur yang mengekspor urea ke luar negeri. tetapi, Wijaya mengatakan keuntungan tersebut tak bertahan lama lantaran Pupuk Kaltim harus menghentikan ekspor demi mengamankan pasokan pupuk dalam negeri.

Harga pupuk urea yang dijual Pupuk Indonesia di dalam negeri pun jauh lebih murah dibandingkan dengan harga internasional, yakni Rp9,5 juta per ton dibandingkan harga internasional yang sekitar Rp18 juta per ton.(ant/dfn)

Baca juga :  Harkitnas 2022, Jokowi Presiden Tegaskan Indonesia Harus Bangkit serta Maju Bersama

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x