31 C
Sidoarjo
BerandaJatimEnam Polisi Terluka Dalam Unjuk Rasa di Gedung DPR RI

Enam Polisi Terluka Dalam Unjuk Rasa di Gedung DPR RI

Irjen Pol Fadil Imran Kapolda Metro Jaya menjelaskan kalau sebanyak enam anggota polisi terluka dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta yang berlangsung pada Senin (11/4/2022).

Kata Fadil, terlukanya enam anggota polisi tersebut terjadi pada saat mengevakuasi Ade Armando aktivis media sosial yang juga dosen Universitas Indonesia dikeroyok massa bukan dari kalangan mahasiswa. Pengeroyokan terjadi setelah mahasiswa membubarkan diri.

Fadil mengaku sudah mengidentifikasi kelompok massa yang mengeroyok Ade Armando maupun yang melempari polisi hingga terluka.

“Ada sekelompok massa yang kami sudah identifikasi, melakukan pengeroyokan serta penganiayaan pada saudara Ade Armando. Yang bersangkutan dipukul, diinjak, terluka di kepala sehingga kami melakukan tindakan-tindakan terukur untuk menyelamatkan nyawa yang bersangkutan,” ujar Fadil di gedung DPR RI, Senin malam.

Baca juga :  Baznas bantu Tebus Ijazah Pelajar SMP serta SMA/SMK di Surabaya

“Enam anggota kami yang melakukan evakuasi terluka. Ini ada gambarnya, saya tunjukkan anggota yang melakukan evakuasi menolong saudara Ade Armando,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di gedung DPR menolak penundaan Pemilu serta menolak jabatan Presiden sampai tiga periode. Selain itu mereka juga minta turunnya harga minyak goreng maupun BBM.

Setelah BEM SI membubarkan diri, ternyata ada sekelompok massa tanpa atribut mahasiswa yang berkumpul di depan gedung DPR serta terjadi kericuhan.

Sementara untuk lokasi unjuk rasa di Patung Kuda Monas, lanjut Fadil, berjalan aman tanpa ada insiden.

“untuk lokasi di depan istana di seputar patung kuda berjalan dengan sangat kondusif, aman, tidak ada insiden yang berarti,” ungkapnya.

Baca juga :  Hari Ketiga di AS, Jokowi Presiden akan Bertemu Kongres serta Presiden AS

Fadil berharap pada semua pihak jika akan melakukan unjuk rasa, sebaiknya melakukan pemberitahuan terlebih dulu sehingga polisi dapat mengantisipasi keamanannya.

“Harapan kami selanjutnya, jika ada unjuk rasa penting melakukan pemberitahuan disebabkan dengan pemberitahuan kami dapat mengetahui elemen yang akan turun, jumlahnya, kemudian tuntutannya, sehingga kami dapat melakukan fasilitasi serta pelayanan supaya mekanisme unjuk rasa ini dapat berjalan sesuai dengan tujuannya,” kata dia.

Kapolda Metro Jaya menyayangkan ada sekelompok yang sengaja memancing di air keruh, yang niatnya bukan untuk melakukan unjuk rasa menyampaikan pendapat, tapi memang niatnya untuk membuat kerusuhan.

“Malam ini juga kami akan bergerak sesuai janji saya, akan menindak tegas siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum, mengusut siapa yang menjadi dalang serta yang memerintahkan ini semua terjadi,” pungkas Fadil. (faz/dfn/rst)

Baca juga :  10 sekolah di Ambon Fokus Penerapan Kurikulum Mulok Musik

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x