27 C
Sidoarjo
BerandaJatimSambut Perkuliahan Tatap Muka, Ubaya Gelar Fashion Show di Trotoar

Sambut Perkuliahan Tatap Muka, Ubaya Gelar Fashion Show di Trotoar

Universitas Surabaya (Ubaya) menyambut kedatangan mahasiswa pada kuliah tatap muka secara penuh, yang sekaligus menjadi ajang pamer karya busana dalam gelaran fashion show. Uniknya, fashion show pada, Senin (11/4/2022) tersebut, digelar di atas trotoar depan kampus II Ubaya di kawasan Tenggilis, Surabaya.

Fashion show dipilih disebabkan dinilai lebih interaktif serta terkesan anak muda, serta membawa aura semangat tertuang dalam setiap kostum. Koleksi busana para mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK Ubaya) ini diperagakan oleh 10 model dari Ubaya.

Satu per satu model melenggang di atas catwalk yang tidak lain trotoar jalanan kampus sembari menampilkan aneka busana. Tidak hanya itu, sepuluh model kemudian berjalan bersama serta melambaikan tangan ke arah para mahasiswa, menyambut kedatangan mereka menuju kampus.

Keputusan kuliah tatap muka secara penuh yang dilakukan oleh Ubaya itu, sesuai dengan arahan dari pemerintah. Dr. Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T., Rektor Universitas Surabaya (Ubaya). Benny menyampaikan, bahwa hal itu juga melihat dari perkembangan Covid-19 terkini serta ketercapaian vaksinasi civitas akademika Ubaya, yang sudah mencapai di atas 95%.

Baca juga :  Jokowi Presiden Menyampaikan Pesan Khusus pada Umat Buddha Indonesia di Hari Raya Waisak

“Seluruh kegiatan belajar mengajar termasuk ujian akhir semester akan dilaksanakan secara offline baik tingkat fakultas maupun politeknik,” terang Benny Lianto, Senin (11/4/2022).

Sebelumnya, mahasiswa Ubaya menjalani perkuliahan dalam jaringan (daring) sejak Maret 2020. Kebijakan ini dilakukan ketika pandemi Covid-19 meluas di seluruh wilayah Indonesia. Di tahun 2021, aktivitas kuliah offline mulai dibuka hanya untuk mahasiswa yang membutuhkan sarana prasarana fisik laboratorium. Kini, secara serempak mahasiswa serta dosen dapat kembali menjalankan pembelajaran offline.

Dalam fashion show tersebut, sepuluh mahasiswa yang bertugas sebagai model mengenakan rangkaian busana bertema Anemoia.

Koleksi ini merupakan karya mahasiswa FIK yang menjalani tugas akhir serta menempuh mata kuliah Local Content Design Project. Audrey Ernestina, mahasiswa FIK Ubaya angkatan 2019 sekaligus koordinator catwalk fashion show, menjelaskan bahwa di koleksi Anemoia terdapat perpaduan warna yang harmonis serta selaras.

Baca juga :  Pemerintah Melonggarkan Aturan Pemakaian Masker

Sama halnya seperti manusia yang berusaha hidup berdampingan dengan alam serta manusia lain di sekitarnya.

“Adanya fashion show ini selain untuk menyambut kehadiran mahasiswa secara offline juga menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa dapat terus menghasilkan karya kreatif dalam kondisi apapun,” papar Audrey.

Dua di antara busana karya Anemoia ini, merepresentasikan sifat manusia sebagai mahluk sosial. Felisitas Yudit Hartandyo, mahasiswa FIK Ubaya angkatan 2019, mengenakan paduan busana yang terdiri atas outer dengan material denim serta mini dress yang memberikan kesan edgy. Busana juga dipadukan dengan aksesoris topi serta sepatu berwarna netral yang senada dengan dress.

“Busana ini terinspirasi dari mitologi kuno Medusa yang menggambarkan relasi antara manusia dengan lingkungan terdekatnya. Teknik macrame dengan jalinan tali-temalinya serta manipulasi tekstil berupa smock menggambarkan konsep tersebut,” ujar Audrey.

Baca juga :  Sembilan Jenazah Korban Kecelakaan Bus Pariwisata Dimakamkan Di TPU Benowo Selepas Maghrib

Sementara itu, untuk mahasiswa Ubaya yang masuk kampus saat ini harus mematuhi protokol kesehatan. Seluruh pihaknya yang akan berkegiatan, harus terlebih dahulu melewati sistem screening menggunakan pemeriksaan suhu tubuh serta scan barcode PeduliLindungi.

“Ubaya tentu menyiapkan segala infrastruktur serta fasilitas yang dibutuhkan di area kampus. Itu kita lakukan untuk menjamin kesehatan serta keamanan civitas akademika,” tambah Rektor Ubaya.

Benny juga berharap, dilakukannya kebijakan kuliah tatap muka ini membuat mahasiswa lebih banyak berinteraksi secara langsung.

“Sehingga, mahasiswa sebagai makhluk sosial dapat beraktivitas normal kembali seperti sedia kala. Ayo kita masuk ke kampus Ubaya. Mari kita saling jaga satu dengan yang lain. disebabkan Ubaya bukanlah Ubaya tanpa kita semua,” pungkas Benny.(tok/bil/ipg)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x