28 C
Sidoarjo
BerandaJatimMemilih Netral, Aliansi BEM Surabaya Gelar Demo 14 April

Memilih Netral, Aliansi BEM Surabaya Gelar Demo 14 April

Ahmad Yusuf Alkhakim Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya (ABS) mencetuskan gelaran aksi mahasiswa Surabaya pada 14 April 2022 di depan Gedung DPRD Jawa Timur dengan tuntutan yang berfokus pada masalah perekonomian.

Kata Yusuf gerakan aksi pada 14 April yang dimulai pukul 15.00 WIB itu ialah inisiatif dari berbagai kampus negeri serta swasta yang ada di Surabaya tanpa ada kaitan dengan aksi yang terjadi di Jakarta.

“Alasan kita memilih tanggal tersebut disebabkan tidak ada keberpihakan dari salah satu aliansi nasional manapun, murni dari inisiatif kawan-kawan BEM di Surabaya,” tuturnya.

Kemudian dia menyampaikan bahwa gerakan pada 14 April juga sebagai upaya menetralisir aksi, mengingat dari berbagai kampus di Surabaya juga ada yang masuk dalam keanggotaan BEM SI maupun BEM Nusantara.

Baca juga :  Puan: DPR Siap Fasilitasi Aspirasi Buruh yang Disampaikan Secara Damai

“Kawan-kawan sepakat untuk turun ke jalan pada tanggal 14, hal itu dilakukan sebagai langkah menetralisir gerakan serta mengedepankan gerakan dari mahasiswa Surabaya sendiri,” imbuhnya.

Kondisi perekonomian menjadi fokus ABS, mengingat imbas dari kebijakan kenaikan bahan pokok serta PPN menjadi 11 persen berdampak pada masyarakat yang notabennya seperti UMKM maupun menengah ke bawah, kata Yusuf pada suarasurabaya.net, Minggu (10/4/2022).

Adapun tuntutan aksi selain perekonomian dari ABS pada gelaran aksi 14 April di antaranya yang pertama terkait RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) supaya segera masuk ke prolegnas serta kemudian disahkan oleh DPR RI.

Lalu yang kedua terkait IKN, mahasiswa ABS menyoroti pembangunan Ibu Kota baru tersebut justru kurang menyejahterakan perekonomian nasional dengan anggaran yang cukup besar di tengah upaya membangkitkan ekonomi.

Baca juga :  BMKG Prakirakan Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia

“Yang ketiga, tentang kenaikan harga bahan pokok jangan sampai kenaikan harga-harga ini membuat masyarakat menjerit khusunya yang menengah ke bawa,” tuturnya.

Yusuf melanjutkan, kemudian keempat tentang konflik agraria yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia seperti yang terbaru ialah Wadas.

Kemudian yang kelima tentang kenaikan PPN, mahasiswa ABS menyampaikan bahwa imbas dari kenaikan tersebut cukup berdampak khususnya bagi pelaku UMKM maupun masyarakat menengah ke bawa.

Dalam gelaran aksi 14 April itu tergabung total 30 kampus yang melakukan demonstrasi, tetapi Yusuf tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan massa dari kampus-kampus yang belum bergabung.

Sedangkan massa aksi yang akan turun ke jalan kata Yusuf diperkirakan mencapai 1000 orang dari berbagai kampus negeri serta swasta di Surabaya.

“Terkait pemberitahuan serta perizinan demonstrasi ke pihak berwenang, hari Senin akan kami kirim surat ke Polrestabes Surabaya serta Polda Jawa Timur,” katanya.

Baca juga :  Per Hari Ini, Penderita Covid-19 Sembuh di Indonesia Capai Lebih 5 Juta Orang

Dia juga menyampaikan bahwa aksi demonstrasi di Surabaya terbuka bagi semua elemen di masyarakat untuk turut bergabung dalam menyuarakan aspirasinya.

“Kami membuka lebar bagi semua elemen masyarakat, nantinya juga tidak memungkiri bakal ada perwakilan dari organisasi masyarakat maupun organisasi lembaga sosial yang ikut bergabung,” ujar Yusuf.

Dia menghimbau untuk seluruh mahasiswa di Surabaya supaya tidak terkecoh dengan agenda setting terkait isu nasional yang sedang ramai diperbincangkan saat ini, yaitu terkait penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden.

“dapat jadi agenda setting tersebut ialah upaya untuk menutupi isu yang seharusnya kita kawal, untuk itu fokus utama kami yaitu isu perekonomian dengan harapan supaya kemudian ekonomi nasional ini dapat bangkit terlebih dahulu,” pungkasnya.(wld/iss/rst)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x