31 C
Sidoarjo
BerandaJatimKetua DPD RI Tegaskan Reog Kesenian Asli Indonesia

Ketua DPD RI Tegaskan Reog Kesenian Asli Indonesia

LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI geram dengan klaim Malaysia terhadap Reog. Bahkan, negara tetangga itu berencana mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo sebagai budaya miliknya ke UNESCO.

Malaysia memang sering mengklaim budaya asli Indonesia sebagai miliknya, seperti klaim pada Batik, Wayang, serta Tari Bali.

Senator Provinsi Jawa Timur itu menegaskan, Reog Ponorogo merupakan kesenian khas Indonesia, bukan Malaysia. Sehingga, tidak boleh ada negara mana pun yang mengklaim.

“Saya tegaskan bahwa Reog Ponorogo merupakan kesenian asli khas Indonesia. Saya minta supaya hal ini dipertahankan sehingga tak ada pihak lain yang melakukan klaim terhadap hal tersebut,” katanya melalui pesan tertulis, Sabtu (9/4/2022).

Baca juga :  Sembilan Jenazah Korban Kecelakaan Bus Pariwisata Dimakamkan Di TPU Benowo Selepas Maghrib

Terkait isu tersebut, LaNyalla mendukung gerak cepat Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Ponorogo untuk mempertahankan kesenian Reog Ponorogo dari upaya ‘pencurian’ negara lain.

“Kita harus benar-benar melindungi khazanah budaya yang kita miliki yang dilengkapi dengan berbagai dokumen penunjang yang kuat, supaya tidak ada lagi pencurian seni budaya oleh negara lain,” kata LaNyalla.

LaNyalla pun minta pada pemerintah untuk merebut kembali berbagai kesenian yang telah diklaim oleh pihak lain.

“Jika mereka mengklaim, maka harus kita lawan, kebenaran itu dapat disalahkan, tapi kebenaran tidak dapat dikalahkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pembina Kadin Jawa Timur yakin Bupati Ponorogo punya dokumen yang secara scientific dapat meyakinkan UNESCO bahwa Reog produk asli seniman serta budayawan Ponorogo.

Baca juga :  10 sekolah di Ambon Fokus Penerapan Kurikulum Mulok Musik

Dia pun mendorong supaya ada penekanan pada Pemerintah Malaysia jangan asal klaim budaya milik orang lain.

“Apalagi Reog secara jelas menunjukkan bahwa ia merepresentasikan budaya Jawa bukan budaya Melayu. Harusnya menjadi pertimbangan UNESCO disebabkan penguasaan penjiwaan terhadap suatu kesenian menunjukan kepemilikan yang melekat dengan jiwa penarinya serta karakter ke-Jawaannya,” tandasnya.(rid/iss)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x