27 C
Sidoarjo
BerandaJatimKemenhub Batasi Operasional Angkutan Barang Selama Mudik-Balik Lebaran 2022

Kemenhub Batasi Operasional Angkutan Barang Selama Mudik-Balik Lebaran 2022

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 40 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik serta Arus Balik Selama Angkutan Lebaran tahun 2022.

Budi Setiyadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengatakan, SE tersebut diterbitkan dalam rangka mengoptimalkan pergerakan arus lalu lintas saat Idul Fitri 1443 H.

“Ini berlaku untuk arus mudik pada 28 April-1 Mei 2022 serta arus balik pada 7-9 Mei 2022,” kata Budi Setiyadi di Jakarta , seperti dikutip Antara, Jumat (8/4/2022).

Budi menjelaskan, pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, serta kereta gandengan, serta mobil barang yang dipergunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, serta/atau batu, bahan tambang, serta bahan bangunan.

Ia mengatakan, pengaturan pembatasan operasional angkutan barang berlaku untuk Ruas Jalan Tol serta Ruas Jalan Non Tol (Jalan Nasional).

Dengan waktu pemberlakuan untuk arus mudik pada Kamis, 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB serta arus balik hari Sabtu, 7 Mei 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

Baca juga :  Jokowi Presiden Kembali ke Indonesia Selesai Kunjungan Kerja Amerika Serikat

Secara detil, Dirjen Budi menjabarkan terdapat 15 ruas tol yang diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang di antaranya:

1. Ruas Tol Bakauheni – Palembang
2. Ruas Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo
3. Ruas Tol JORR
4. Ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi – Cigombong
5. Ruas Tol Jakarta – Cikampek
6. Ruas Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
7. Ruas Tol Cikampek – Palimanan – Kanci – Pejagan
8. Ruas Tol Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang
9. Ruas Tol Krapyak – Jatingaleh
10. Ruas Tol Jatingaleh – Srondol
11. Ruas Tol Jatingaleh – Muktiharjo
12. Ruas Tol Semarang – Solo – Ngawi
13. Ruas Tol Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo
14. Ruas Tol Surabaya – Gresik
15. Ruas Tol Pandaan – Malang

Sementara itu, termasuk juga 26 ruas Jalan Non Tol (Jalan Nasional) yang diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang yakni Ruas Jalan Medan – Berastagi, Ruas Jalan Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea, Ruas Jalan Jambi – Padang via Sarolangun, Ruas Jalan Jambi – Padang via Tebo, Ruas Jalan Jambi – Padang via Sengeti serta Ruas Jalan Jambi – Palembang.

Baca juga :  Tim Pengamanan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp3 Miliar

Kemudian ruas Jalan Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak, Ruas Jalan Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuan, Ruas Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto, Ruas Jalan Serang – Pandeglang – Labuan, Ruas Jalan Bandung – Nagrek – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, Ruas Jalan Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon, serta Ruas Jalan Ciawi – Cianjur.

“Ruas Jalan Solo – Klaten – Yogyakarta, Ruas Jalan Bawen – Magelang – Yogyakarta, Ruas Jalan Brebes/Tegal – Ajibarang – Purwokerto, serta Ruas Jalan Purwokerto – Banjarnegara – Wonosobo – Magelang (Secang),” tambah Dirjen Budi.

Selanjutnya, juga berlaku di ruas Jalan Jogja – Wates, Ruas Jalan Jogja – Sleman – Magelang, Ruas Jalan Jogja – Wonosari, Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendeles), Ruas Jalan Pandaan – Malang, Ruas Jalan Probolinggo – Lumajang, Ruas Jalan Caruban – Jombang, Ruas Jalan Banyuwangi – Jember, serta Ruas Jalan Denpasar – Gilimanuk.

Baca juga :  21 Warga Binaan Buddhis Jatim Dapat Remisi Waisak

tetapi demikian, pengaturan operasional angkutan barang ini tidak berlaku bagi beberapa jenis kendaraan angkutan barang dengan muatan tertentu.

Pembatasan ini tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor serta impor dari serta ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos serta uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, serta sebagainya, katanya.

Menurutnya, apabila terjadi gangguan arus lalu lintas secara situasional, pihak Kepolisian dapat melaksanakan manajemen operasional lalu lintas dengan menggunakan rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas, serta alat pengendali serta pengaman pengguna jalan yang bersifat sementara.

Pada kesempatan ini saya juga mengimbau pada seluruh sopir angkutan barang supaya mematuhi aturan yang berlaku serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi jaga keselamatan, keamanan, serta ketertiban berlalu lintas,” pungkas Budi. (ant/iss/faz)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x