28 C
Sidoarjo
BerandaJatimEpidemiolog : 10 Tahun Ke Depan, Masyarakat Akan Hadapi Virus Baru atau...

Epidemiolog : 10 Tahun Ke Depan, Masyarakat Akan Hadapi Virus Baru atau Kuman Patogen Lain

dr. Tifauzia Tyassuma Pakar Epidemiologi Klinis mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 ini masih akan berlangsung 7 tahun lagi, serta masih akan terus bermunculan varian-varian baru, bahkan virus baru. tetapi, karakter dari virus Covid-19 tersebut, semakin lama akan melemah.

“Kondisi sekarang persis dengan kondisi 100 tahun lalu, ketika ada Flu Spanyol yang disebabkan virus H1N1. Kita akan menghadapi kondisi pandemi selama 10 tahun,” kata dr. Tifauzia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu petang (6/4/2022).

tetapi dia mengingatkan, dalam kurun 10 tahun ini, dunia akan menghadapi situasi yang sangat berbahaya, yakni kemungkinan terjadinya Perang Dunia III, meskipun pandemi sendiri akan berakhir serta karakter virus Covid-19 cenderung melemah.

Baca juga :  Work From Anywhere, Konsep Kerja Kekinian yang Butuh Berbagai Penyesuaian

“Perang Dunia I serta II itu terjadi setelah ada kasus Flu H1N1. serta sama-sama kita ketahui bahwa Coronavirus ini berasal dari Laboratorium di Wuhan, China. Kita juga dikejutkan ditemukannya Laboratorium Biologi di Ukraina yang dikatakan juga memproduksi Covid-19. Artinya apa, dalam 10 tahun ke depan ini akan banyak virus serta kuman patogen yang dilepaskan,” katanya.

Pakar Ilmu Penyebaran Penyakit Ahlina Institute ini menegaskan, hampir semua negara di dunia memiliki Laboratorium Biologi. Tidak hanya China atau Ukraina saja, tetapi Indonesia juga seperti Laboratorium Namru milik Angkatan Laut Amerika Serikat, yang akhirnya ditutup oleh Siti Fadilah Supari mantan Menteri Kesehatan.

“Jadi untuk 10 tahun ini, kita tidak hanya menghadapi Coronavirus serta mutasi-mutasinya, tetapi juga kemungkinan virus baru atau kuman patogen lain yang mungkin akan dikeluarkan untuk meramaikan situasi,” kata dia.

Baca juga :  Jasad Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Teluk Lamong

Virus baru atau kuman patogen tersebut, ungkap dr Tifauzia, akan menjadi senjata baru abad 21 yang dilepaskan oleh negara-negara yang memiliki keunggulan dalam bidang biologi. Tujuannya, untuk merusak tatanan dunia yang ada melalui Perang Dunia III supaya terbentuk tatatan dunia baru.

“Jadi segenap komponen bangsa harus paham dengan persoalan yang fundamental ini. Sehingga perlu mengambil suatu tindakan multidemensi. Sebab, perang senjata virus serta kuman patogen akan menyebabkan kelaparan dimana-mana. Ini sangat berbahaya, apalagi Indonesia memiliki kepadatan penduduk,” pungkas Tifa.(faz/rst)

Sumber -> Suara Surabaya

Komentar

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Jangan lewatkan

0
Punya ide, saran atau kritik? Silakan berkomentar.x
()
x