28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraNapi Lapas Madiun Pasok Sabu serta Ekstasi, Diranjau di Sidoarjo

Napi Lapas Madiun Pasok Sabu serta Ekstasi, Diranjau di Sidoarjo

SURABAYA – Saiful Anwar dituntut tujuh tahun penjara disebabkan terlibat perdagangan narkotika jenis sabu serta ekstasi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi juga menuntut pidana denda Rp 2,5 miliar subsider enam bulan penjara.

“Menetapkan barang bukti 16 plastik klip berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 1,894 gram dirampas untuk dimusnahkan,” ujar JPU Samsu J Efendi Jumat (14/1).

Saiful kerap membeli serbuk putih itu dalam jumlah banyak pada Puguh (DPO) yang berada di Lapas Madiun. Tujuannya untuk dijual lagi. Sabtu, 4 September 2021 lalu, Saiful dihubungi oleh Puguh. Puguh hendak menawarkan extacy pada Saiful.

Puguh pun tertarik serta sepakat membeli sabu senilai Rp 250 ribu. Saiful kemudian memesan 100 butir ekstasi dengan total Rp 25 juta. Saiful mentrasfer uang muka pada Puguh. Saat itu Saiful diminta untuk mengambil ekstasi melalui sistem ranjau.

Baca juga :  Boezem Karangpoh Jadi Solusi Banjir di Kawasan Tandes

“Diranjau di sebuah tempat di Desa Jambangan, Candi, Sidoarjo. Setelah menerima paket pesanannya itu, terdakwa Saiful kemudian menjual ekstasi tersebut secara eceran pada teman-temannya,” ujar jaksa Samsu.

Saiful menjual ekstasi itu per butir seharga Rp 300 ribu. Sehingga setiap butirnya mendapat keuntungan Rp 50 ribu. Rupanya ekstasi tersebut laris manis. disebabkan sudah habis, Saiful lalu menghubungi Puguh serta memesan sabu sebanyak Rp 20 gram.

Harga per gramnya Rp 1 juta. Puguh lalu minta Saiful untuk mentransfer uang muka terlebih dahulu. Saiful kemudian diminta mengambil sabu yang dipesannya melalui sistem ranjauan di Desa Jambangan, Candi, Sidoarjo. Saiful pun mengikuti petunjuk dari Puguh.

Baca juga :  Hotel Singgasana Dijaga Ketat, Antisipasi Penjarahan Aset

Selesai mendapat sabu itu, lagi-lagi Saiful menjualnya pada teman-temannya. Per gramnya dijual Rp 1,2 juta. Jika paket setengah gram, dijual Rp 600 ribu. Paket Supra Rp 350 ribu serta paket hemat Rp 200 ribu. Untung yang menggiurkan itu membuat Saiful ketagihan.

“tetapi ternyata perbuatan terdakwa diketahui pihak kepolisian ketika terdakwa menjual sabu-sabu pada saksi Slamet Riyadi (berkas perkara terpisah) sebanyak satu gram,” bebernya.

Saiful akhirnya dibekuk polisi pada 25 September 2021 lalu di Jalan Jajartunggal Timur III Surabaya. (far/rek)

Sumber »

Must Read

Related News