26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraVaksinasi Lansia di Balai RW untuk Percepatan Booster di Surabaya

Vaksinasi Lansia di Balai RW untuk Percepatan Booster di Surabaya

SURABAYA – Pemkot Surabaya menargetkan 12 ribu lansia sebagai sasaran vaksinasi booster pada hari kedua, Kamis (13/1). untuk mempercepat vaksinasi dosis ketiga itu, suntik vaksin digelar di balai RW.

Pelaksanaan vaksinasi booster di Balai RW 04, Ngagel Rejo, Surabaya, ditinjau langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Menurut dia, vaksinasi penguat ini sengaja diadakan di balai RW supaya para lansia tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas.

“Sebenarnya dapat di rumah-rumah secara door to door. Tapi banyak yang minta di balai RW biar seneng ketemu temannya, sesama lansia. Kalau lansia senang kan imunnya akan semakin bagus,” kata Eri.

Vaksinasi booster untuk lansia di Surabaya ditargetkan untuk 12 ribu orang. Jumlah tertinggi di Jawa Timur. disebabkan itu, Eri mengimbau Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk mempercepat proses vaksinasi tersebut. “Memang harus sabar memang kalau menghadapi orang sepuh,” katanya.

Baca juga :  Sri Mulyani: Pemerintah Harus Belajar dari Delta untuk Tangani Omicron

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Surabaya, Pemkot Surabaya menyiapkan sasaran vaksin booster jenis Pfizer sebanyak 84.956 orang. Pelaksanaannya di 63 puskesmas.

Kadinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya terus mengajukan tambahan vaksin booster ke Pemprov Jatim serta Kementerian Kesehatan untuk mempercepat vaksin booster di Surabaya. “Kan belum seluruhnya yang disuntik vaksin booster. Sekarang masih lansia. Jadi, kami sedang mengajukan pengusulan kekurangan vaksin ke provinsi serta kemenkes,” ujar Ninik.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, lansia yang jadi sasaran di wilayah Kelurahan Ngagel Rejo ada 533 orang dengan jenis vaksin Pfizer. “Sasarannya hari ini ada 12 ribu lansia se-Kota Surabaya secara serentak. Ada yang berjalan di puskesmas juga. Ada juga yang kita sasar ke rumah-rumah bagi yang tidak dapat hadir,” jelasnya.

Baca juga :  Gubernur Jatim minta Satgas Pangan Pastikan Keseragaman Harga Minyak Goreng

Sasaran vaksin pada hari kedua lebih banyak dibandingkan hari pertama yang hanya 680 orang. Sedangkan vaksinasi untuk pelayanan publik hingga tenaga pendidik akan dilakukan secara bertahap. “Saat ini kami percepat dulu yang lansia serta komorbid,” tegas Nanik.

Proses vaksinasi booster ini sama seperti vaksinasi dosis satu serta dua. Awalnya peserta diskrining, tubuh harus dalam kondisi fit. Setelah itu, petugas menyuntikkan vaksin seperti biasa. “Tetap jaga prokes 5M, semua pakai masker, cuci tangan, serta jaga jarak. Jangan lengah serta waspada,” kata Nanik. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News