28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPolda Jatim Terbitkan DPO ke Anak Kiai sebagai Tersangka Pencabulan

Polda Jatim Terbitkan DPO ke Anak Kiai sebagai Tersangka Pencabulan

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap MSA, putra seorang kiai ternama di Jombang, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya.

“Kami akan melakukan upaya paksa terhadap MSA disebabkan beberapa kali mangkir dari upaya pemanggilan polisi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Polisi Totok Suharyanto di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, secara fakta yuridis perkara dugaan pencabulan santriwati dengan tersangka MSA sudah dinyatakan P-21 alias berkas lengkap oleh kejaksaan pada tanggal 4 Januari 2022.

“Secara fakta yuridis, perkara itu sudah P-21 pada tanggal 4 Januari lalu. Kami berkewajiban menyerahkan tersangka serta barang buktinya pada pihak kejaksaan,” ucapnya.

Baca juga :  Menang Tipis 2-1 atas PSM, Persebaya Jaga Posisi di 3 Besar Klasemen Liga 1

Polisi, kata Totok, juga sudah melayangkan panggilan pertama serta kedua pada tersangka.

Pada panggilan pertama, MSA melalui kuasa hukumnya menyatakan tidak datang dengan alasan sakit serta minta waktu hingga 10 Januari. “Setelah kami tunggu, ternyata yang bersangkutan juga tidak hadir. Kali ini tanpa alasan,” kata perwira menengah Polri tersebut.

Selanjutnya, pada hari Kamis (13/1), penyidik mendatangi kediaman tersangka MSA di pondok pesantren di Jombang. tetapi, kedatangan penyidik sempat mendapatkan penolakan dengan alasan MSA sedang tidak berada di tempat.

“Kami kemudian menerbitkan DPO untuk proses selanjutnya, serta akan dilaksanakan upaya paksa,” tuturnya. Mengenai batas waktu bagi tersangka untuk menyerahkan diri atau dibawa paksa, Kombes Pol. Totok berharap tersangka MSA bersikap kooperatif.

Baca juga :  Ngamen di Bulak Banteng sambil Nyolong Motor di Parkiran

Tersangka MSA merupakan warga asal Kecamatan Ploso, Jombang, yang merupakan pengurus sekaligus anak kiai ternama dari salah satu pesantren di wilayah tersebut.

Pada bulan Oktober 2019, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Selama disidik oleh Polres Jombang, MSA diketahui tidak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik, lalu ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Desember 2019. Tersangka MSA lalu menggugat Kapolda Jatim disebabkan menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah.

Ia sempat mengajukan praperadilan serta menuntut ganti rugi senilai Rp100 juta serta minta nama baiknya dipulihkan. Gugatan itu terdaftar dalam nomor 35/Pid.Pra/2021/PN Sby tertanggal 23 November 2021. (antara/jay)

Baca juga :  Kasus COVID-19 RI Bertambah 850 Orang, Penambahan Terbanyak Terjadi di DKI

Sumber »

Must Read

Related News