28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraCegah Kerumunan, Waktu Transit PTM Diperpanjang di Surabaya

Cegah Kerumunan, Waktu Transit PTM Diperpanjang di Surabaya

SURABAYA – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sudah berjalan lima hari. Kerumunan siswa saat pergantian sif serta kepulangan sering terjadi. disebabkan itu, dilakukan perpanjangan waktu transit pergantian sif yang semula 30 menit menjadi satu jam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya sudah minta seluruh sekolah untuk mengatur jam pergantian sif hingga kepulangan supaya tidak terjadi kerumunan. “Yang sulit diatur itu saat pulang sekolah serta pergantian sif di sesi kedua masuk yang hanya 30 menit. Itu mengakibatkan kerumanan,” kata Ridwan, Kamis (13/1).

Wakil Satgas Covid-19 kota Surabaya itu juga menyebut faktor terjadinya kerumanan di masa transisi itu disebabkan banyaknya penjemput serta pengantar siswa di sif kedua. PTM 100 persen memang menggunakan dua sif. Sif pertama 50 persen serta sif kedua 50 persen dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing.

Baca juga :  MENTERI PPN: Nama Ibu Kota Negara yang Baru di Kaltim ialah Nusantara

Pihak sekolah juga menyediakan ruang transit untuk dipergunakan siswa menunggu pembelajaran selanjutnya. Juga orang tua yang menjemput putra-putrinya. “Saat ini kesadaran dalam bermasker baik orang tua, siswa, guru sudah baik. tetapi, yang paling sulit ialah mengantisipasi kerumanan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan bahwa pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Surabaya telah mendapat persetujuan dari wali murid atau orang tua siswa. Total diikuti 661 unit sekolah. Yakin 285 SD negeri serta 376 SD swasta. Tingkat SMP sebanyak 331 sekolah dengan 63 SMP negeri serta 268 SMP swasta.

Sedangkan PTM tingkat SD, Yusuf menerangkan belum dapat dilaksanakan secara penuh. Ini disebabkan masih ada sebagian siswa yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk usia 6-11 tahun. Ditambah, adanya penyesuaian terhadap siswa yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Baca juga :  Polda Jatim Imbau Pelaku Pencabulan Santriwati Segera Menyerahkan Diri

Terkait evaluasi PTM 100 persen, Yusuf mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan dinkes serta pakar epidemiologi. “Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk anak-anak di Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan Isa Anshori mengusulkan adanya petugas untuk mengatasi kerumanan saat masuk serta pulang sekolah. Terutama di sekolah yang satu kompleks dengan sekolah lainnya. Ia melihat ketika bubaran sekolah jenjang SMA, sering kali terjadi kerumunan.

“Misalnya, di Jalan Pacar serta Wijaya Kusuma. Ini kan kompleks sekolah ada SMP maupun SMA. Jadi, perlu ada petugas yang berjaga untuk mengatasi kerumanan setelah jam pulang sekolah. Kalau ditempatkan beberapa petugas, saya rasa mereka tidak akan berkerumun,” pungkasnya. (rmt/rek)

Baca juga :  Ditahan Brighton, Chelsea Kian Sulit Dekati Manchester City

Sumber »

Must Read

Related News