29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraBikin Pasta Gigi Palsu di Kendangsari dengan Tepung serta Pemutih

Bikin Pasta Gigi Palsu di Kendangsari dengan Tepung serta Pemutih

SURABAYA – Polisi masih memburu otak pembuatan pasta gigi palsu berinisial JH. Dialah yang mengajak tersangka Sahri membuat pasta gigi palsu di Jalan Kendangsari VI, Surabaya.

“Masih kita kejar. Saat penangkapan (Sahri), JH tidak ada di lokasi. Dia bukan mantan karyawan produksi pasta gigi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Ipda Deddie Setyawan, Kamis (13/1).

Deddie menjelaskan, JH selain mengajak membuat juga menyediakan semua bahan, alat, serta kemasan. Tak hanya itu. JH juga memasarkan sendiri produk pasta gigi palsu yang dibuat.

“untuk keuntungan total masih kita dalami. JH yang mengendalikan,” terangnya. Pihaknya mengharap, JH segera menyerahkan diri.

Sebelumnya, Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo membongkar kasus pembuatan serta penjualan pasta gigi palsu di Jalan Kendangsari VI, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Dua orang tersangka dijebloskan ke tahanan Mapolsek Tenggilis Mejoyo. Tersangka Sahri, 22, pembuat pasta gigi palsu asal Desa Kedondong, Tulangan, Sidoarjo, serta Wahyudi, 41, pria asal Jalan Pacar Kembang, Surabaya, yang berperan sebagai penjual.

Baca juga :  Gawe awakmu kabeh seng bengong karo agenda ulang tahun Kabupaten Sidoarjo ke 163 monggo di prik…

Kasus terbongkar setelah polisi menerima informasi dari masyarakat ada peredaran pasta gigi palsu dengan harga murah di wilayah Kendangsari. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi lalu mendapatkan identitas penjual serta pembuat. Polisi lalu mendatangi sebuah rumah di Jalan Kendangsari VI, Surabaya. Di lokasi tersebut polisi menangkap Sahri serta Wahyudi.

“Tersangka S (Sahri) perannya sebagai pembuat pasta gigi palsu,” ujar Deddie).

Komplotan ini membuat pasta gigi palsu menggunakan tepung, kemudian dicampur cairan perasa mint serta pemutih. Setelah tercampur, kemudian adonan dimasukkan spet (alat memasukkan pasta gigi ke wadah kemasan). Lalu diisikan ke kemasan pasta gigi.

Deddie menyebut kemasan produksi tersangka sangat berbeda dengan produk asli. Kemasan produk pasta gigi palsu itu lebih tipis serta terlihat kurang bersih disebabkan dikerjakan manual. “Setelah kami bandingkan dengan yang asli perbedaanya sangat jelas. Kemasan produk tersangka tampilannya buram, tipis, serta tidak bersih,” bebernya. (rus/rek)

Baca juga :  Menko Airlangga Apresiasi Percepatan Pembangunan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sumber »

Must Read

Related News