32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPenderita Omicron Masih Isolasi di Rumah Sakit

Penderita Omicron Masih Isolasi di Rumah Sakit

SURABAYA – Satu Penderita Covid-19 varian Omicron di Jawa Timur hingga kini masih menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Surabaya. Kondisi Penderita tersebut baik serta sudah tanpa gejala.

“Penderita tersebut baru saja dites swab PCR, Senin (10/1) sore. Hasil swab Penderita tersebut belum keluar,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril Al Farabi di Surabaya, Selasa (11/1).

Adapun satu Penderita lain yang probable Omicron juga sedang menjalani isolasi di rumah sakit yang sama. tetapi, Penderita probable itu berada di ruang perawatan berbeda. “Penderita probable ini cucunya Penderita yang terpapar Omicron. tetapi, untuk whole genome sequencing (WGS) cucu Penderita ini belum keluar sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca juga :  MA Pecat Hakim Itong serta Panitera Hamdan setelah Ditangkap KPK

Selain itu, Jibril mengungkapkan, ada 13 kontak erat yang saat ini melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. tetapi, dengan pengawasan langsung petugas puskesmas serta Satgas Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Erwin Astha Triyono mengungkapkan, jumlah Penderita Covid-19 varian Omicron di Jatim baru satu orang. Sementara yang satu lagi hasil tracing. Penderita kedua yang merupakan cucu pertama sebetulnya tidak ada kontak langsung dengan Penderita pertama.

“meski Penderita kedua belum dapat dipastikan terpapar Covid-19 varian Omicron, perlakuannya tetap sama,” jelasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah akan memberikan obat sekaligus konsultasi gratis melalui telemedicine bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Penderita yang positif Omicron dihubungi melalui WhatsApp (WA). Jika dari hasil konsultasi perlu obat nanti obatnya dikirim.

Baca juga :  PMI Kloter Pertama Tiba Pekan Depan via Bandara Juanda

“Transmisi Omicron memang akan jauh lebih tinggi dari Delta tapi yang dirawat lebih sedikit. Maka, strategi layanan kementerian kesehatan akan digeser dari yang sebelumnya fokus ke rumah sakit, sekarang fokusnya ke rumah disebabkan akan banyak orang yang terkena tapi tidak perlu ke rumah sakit,” jelasnya.

Budi mengungkapkan Penderita yang dirawat di rumah ialah mereka yang tingkat saturasinya di atas 95. “Kalau tidak ada gejala, ya di rumah saja, tidak usah melakukan apa-apa, isolasi saja. Tapi, kalau dia ada gejala dikasih paket obat,” pungkasnya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News