31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraBacok Korban gegara Ditagih Uang Taruhan Judi Merpati di Karang Gayam

Bacok Korban gegara Ditagih Uang Taruhan Judi Merpati di Karang Gayam

SURABAYA – Kembali, judi membuat orang gelap mata. Akibat kalah taruhan, M Ilham, 26, warga Jalan Gembong II DKA, Surabaya, membacok Choirul Imron, 44, warga Jalan Bogen, Surabaya. Pembacokan ini terjadi di Jalan Karang Gayam I, Surabaya, Sabtu (9/1) sore.

Korban terkapar Selesai dibacok di bagian tangan, kaki, kepala, hingga bersimbah darah di Jalan Karang Gayam. Warga gempar disebabkan tidak mengenal korban. Polsek Tambaksari lalu ke lokasi serta mengevakuasi korban.

Kapolsek Tambaksari Kompol M Akhyar mengungkapkan, korban masih dalam keadaan sadar saat petugas datang ke lokasi. tetapi, kehilangan banyak darah. Luka sayatan yang diterima korban antara lain di dahi kiri, kepala belakang sebelah kiri, luka sayat pipi sebelah kiri, kaki, hingga ada patah tulang. “Hampir disekujur tubuh korban, jumlahnya puluhan,” katanya Minggu (9/1).

Baca juga :  Dinkes Tracing 36 Siswa serta 56 Guru SMAN 22 Surabaya disebabkan Kasus Covid

Akhyar menceritakan, berdasar keterangan saksi, kejadian ini bermula ketika korban serta tersangka mengikuti judi adu merpati di belakang stadion. Dalam judi tersebut, tersangka kalah taruhan. Korban menagih uang taruhan Rp 300 ribu, tapi tersangka malah tidak terima.

“Keduanya sempat terlibat cekcok, hingga akhirnya terjadi pertengkaran,” ungkapnya.

Tak lama setelah itu, tersangka mengeluarkan pisau penghabisan yang disembunyikan di balik baju serta diselipkan di pinggangnya. Tersangka kemudian mengejar korban serta menyabetkan senjata tajam itu secara membabi buta. Kejar-kejaran ini berakhir dengan tumbangnya korban di Jalan Karang Gayam I.

“Korban terkapar di lokasi. Tersangka sempat mencoba kabur tetapi berhasil kami amankan tak lama setelahnya,” ujar Akhyar.

Baca juga :  Boezem Karangpoh Jadi Solusi Banjir di Kawasan Tandes

Menanggapi adanya arena judi di lokasi tersebut, pihak kepolisian mengaku sudah sering melakukan razia. Bahkan, sebelumnya sempat membakar bekupon di kawasan Tambaksari. “tetapi, kembali berdiri serta judi lagi. Membandel,” katanya.

Sementara itu, salah satu saksi mata Dion mengaku keluar rumah saat mendengar suara orang cekcok sekitar pukul 16.30. Ketika keluar, ia melihat tersangka serta korban lari dari arah jalan raya ke kampungnya. Kemudian korban dibacok hingga terkapar.

“Saya juga kaget sudah saling bacok, satu lawan satu. Korban bukan orang sini. Maka, kami langsung lapor ke polsek,” katanya. (gun/rek)

Sumber »

Must Read

Related News