26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantara5.394 Desa di Jawa Timur Sudah Dialiri Fiber Optic

5.394 Desa di Jawa Timur Sudah Dialiri Fiber Optic

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku optimistis bahwa kepala desa beserta jajarannya dapat mensejahterakan rural area dengan semangat gotong royong. Terutama melalui keguyuban, kerukunan, serta kekompakan yang masih kental di antara masyarakat desa.

Emil mengatakan, dalam menjalankan tugas pokok serta fungsinya (tupoksi), perangkat-perangkat desa harus mengedepankan kesejahteraan masyarakat dengan penuh integritas. Mantan Bupati Trenggalek ini mencontohkan, hal ini dapat dicapai salah satunya dengan penerapan konsep kota-kecamatan.

“Terkait konsep ini, bahwa di antara desa-desa di suatu daerah akan ada satu kecamatan dilengkapi dengan fasilitas serta infrastruktur yang mendukung serta baik. Di kecamatan, akses terhadap layanan harus mudah didapatkan serta lokasinya dekat dengan desa-desa di sekitar,” jelasnya, Minggu (9/1).

Baca juga :  Bandit Curanmor Sasar Gang Kecil, Motor Curian Dilego ke Madura

Tak hanya itu, jelas Emil, pemasangan kabel fiber optic untuk internet serta percepatan digitalisasi juga dilakukan oleh Pemprov Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Menurutnya 67 persen desa di Jatim atau sekitar 5.394 desa sudah punya fiber optic sebelum Covid-19.

“Digitalisasi juga selalu kita genjot sehingga tidak perlu pergi ke kota untuk memanfaatkan teknologi serta koneksi internet. Semua ini tujuannya, supaya desa dapat mendapatkan layanan hidup yang sama dengan kota. Masyarakat di desa berhak untuk itu,” tuturnya.

Emil juga memastikan bahwa Pemprov Jatim akan selalu memfasilitasi perangkat-perangkat desa dalam upaya mereka mensejahterakan masyarakat. Ia menekankan, perlindungan serta dukungan senantiasa diberi oleh Pemprov Jatim pada perangkat desa disebabkan merekalah yang ada di Garda terdepan pembangunan Indonesia.

Baca juga :  Ibu Tega Buang Bayinya di Simolawang gegara Pacarnya Kabur

“Perangkat desa di Jatim harus dapat dilindungi secara adil oleh pemerintah provinsi. Sebagai pemerintah provinsi, kita menjadi fasilitator,” pungkasnya. (mus/rak)

Sumber »

Must Read

Related News