26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraLepas 419 Jamaah Umrah Perdana, Kemenag Ingatkan Kebijakan Satu Pintu

Lepas 419 Jamaah Umrah Perdana, Kemenag Ingatkan Kebijakan Satu Pintu

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan operator penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mematuhi kebijakan satu pintu (One Gate Policy) sebagai upaya meminimalisasi potensi terjadinya penularan COVID-19, termasuk supaya tertib administrasi.

“Kita bersama harus mendukung one gate policy atau kebijakan satu pintu umrah yang ditetapkan Kemenag,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji serta Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief melalui taklimat media yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/1).

Ia mengatakan kebijakan satu pintu ini merupakan aturan sistem pemberangkatan jamaah secara terpusat yang telah ditetapkan Kemenag. “Aturan kebijakan satu pintu ini mengatur seluruh jamaah umrah mesti berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta serta menjalani karantina di Jakarta,” katanya.

Kebijakan ini, kata dia, juga mengatur tentang pemeriksaan kesehatan, tes usap PCR, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, hingga pengurusan dokumen lainnya secara terpusat. “Intinya melindungi jamaah, memberikan proteksi dengan maksimal, serta memastikan jamaah dalam kondisi siap dengan dokumen yang valid serta terjaga,” katanya.

Baca juga :  Hanya Pendaftar Tercepat dapat Ikut Turnamen Esport Kill The LAst Surabaya

Menurutnya kebijakan ini harus menjadi perhatian bersama mengingat dalam perjalanan ibadah umrah, peran Kemenag ada pada fungsi fasilitasi serta koordinasi. Sementara untuk operator pelaksanaan menjadi tanggung jawab Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). “Umrah itu ‘bussiness to bussiness’, artinya jika dapat visa, dapat berangkat umrah,” katanya.

Sebelumnya, Kemenag melepas pemberangkatan perdana jamaah umrah yang berjumlah 419 orang. Ia memastikan jamaah telah mengikuti prosedur kebijakan satu pintu. Dengan demikian, kepatuhan terhadap protokol kesehatan baik di Indonesia serta Arab Saudi dapat dipantau dengan baik.

“disebabkan umrah perdana di tahun ini, dapat menjadi penentu untuk umrah ke depan, bahkan untuk penyelenggaraan haji di tahun ini. Ini merupakan penantian panjang setelah di-hold (tertahan) berkali-kali serta akhirnya dapat diwujudkan pada hari ini. Setidaknya ada puluhan ribu jamaah umrah yang tersebar di seluruh Indonesia yang masih tertunda keberangkatannya,” demikian Hilman Latief.

Baca juga :  Sri Mulyani: Pemerintah Harus Belajar dari Delta untuk Tangani Omicron

Ia menambahkan, umrah ini menjadi yang pertama kali setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jamaah akibat pandemi COVID-19. “Semoga Allah subhanahu wa ta’ala meridai kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah umrah, serta bangsa serta negara,” kata Hilman Latief.

Ia mengatakan rencana awal pemberangkatan umrah sudah ditetapkan pada Desember 2021 lalu. tetapi, Kemenag masih menahan serta membatalkan rencana tersebut dengan melihat kondisi pandemi COVID-19 pada akhir tahun. Kini Indonesia telah mengirimkan jamaahnya. Ia berpesan supaya para jamaah mematuhi aturan pencegahan penularan COVID-19 baik di Tanah Air maupun Arab Saudi.

“Jaga kepercayaan Pemerintah Indonesia serta Arab Saudi. Tunjukkan bahwa jamaah umrah Indonesia patuh pada aturan, khususnya patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ingatlah, pandemi COVID-19 belum berakhir,” kata dia.

Sesuai arahan Menag, pihaknya tengah memfinalisasi peraturan tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi, termasuk yang terkait integrasi sistem dengan pemerintah Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta perlindungan jamaah.

Baca juga :  Jual Sabu Digerebek di Kupang Gunung Timur

“Proses verifikasi sertifikasi vaksin, tes kesehatan, karantina, serta screening kesehatan dilaksanakan secara mudah, cepat, valid, Persis, serta menjamin kepatuhan persyaratan yang telah ditentukan oleh kedua negara, Indonesia serta Arab Saudi,” katanya.

Menurutnya, persiapan penyelenggaraan melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum serta HAM, Kementerian er, Satgas COVID-19, Otoritas Bandara, serta BNPB.

Ia menyampaikan terima kasih pada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia atas dukungannya terhadap penyelenggaraan ibadah umrah kali ini, termasuk pada kementerian/lembaga yang turut berpikir serta bekerja untuk suksesnya pemberangkatan jamaah umrah.

“Kami menitipkan jamaah umrah Indonesia untuk mendapatkan pelayanan terbaik sebagai tamu Allah, saudara sesama muslim serta pengunjung dua Tanah Suci,” demikian Hilman Latief. (antara/jay)

Sumber »

Must Read

Related News