28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraHujan Ekstrem Dua Jam, Surabaya Terendam Banjir

Hujan Ekstrem Dua Jam, Surabaya Terendam Banjir

SURABAYA – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Surabaya sekitar dua jam, Jumat (7/1). Akibatnya, sejumlah ruas jalan terendam air dengan ketinggian bervariasi 10 hingga 30 sentimeter.

Bahkan, banjir tak hanya terjadi di kawasan yang langganan, tapi di sejumlah wilayah yang biasanya tidak kebanjiran. Seperti di kawasan Jalan Sedap Malam, Jimerto, serta Basuki Rahmat. Banjir juga melanda kawasan Dharmawangsa, Dharmahusada, Airlangga, Gubeng Kertajaya, Gubeng Masjid, Dr Moestopo, Mayjen Sungkono, Ambengan, serta kawasan lain.

Tampak banyak pengedara yang mendorong kendaraannya disebabkan mogok. Selain itu, kemacetan juga terjadi di Jalan Pemuda disebabkan pohon tumbang yang menutup ruas jalan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bergerak cepat mengecek langsung sejumlah titik genangan air di Kota Pahlawan. Salah satunya di kawasan Jalan Dharmawangsa. Wali Kota Eri melihat sejumlah saluran serta berkomunikasi dengan jajarannya sembari memberi arahan menggunakan HT maupun ponselnya.

Baca juga :  Polisi Buru Pembuang Bayi di Simolawang

Berkemeja putih tanpa jas hujan, tubuh Wali Kota Eri basah kuyup. Kakinya terendam hingga selutut. “Itu yang dari perempatan tolong Kertajaya dialihkan dulu, sini enggak dapat jalan, ayo cepat,” kata Eri menginstruksi anak buahnya.

Sejumlah warga tampak menyemangati Wali Kota Eri. Bahkan, mereka ada yang bertepuk tangan. “Ayo Pak, InsyaAllah dapat,” teriak warga.

Wali Kota Eri hanya membalas dengan menelangkupkan kedua tangannya. “Sepuntene (mohon maaf). Ini terus kita benahi,” katanya singkat. “Semangat Pak Eri,” imbuh warga di Jalan Dharmawangsa.

Sejumlah langkah taktis diperintahkan Wali Kota Eri pada jajarannya, termasuk mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran berukuran besar untuk menyedot air di berbagai saluran. “Semua rumah pompanya ya. Juga itu salurannya malam ini juga benahi,” kata Eri.

Baca juga :  Gondol Tujuh Batang Emas di Pasar Atoom, Divonis Tiga Tahun

Sementara itu, Kasi Data serta Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan, bulan Januari ini hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi disebabkan sudah memasuki puncak musim hujan. Hujan dengan intensitas tinggi sampai Februari.

Ia menyebut hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada siang hingga sore hari. Hujan dibarengi dengan petir serta angin kencang. “Jadi, harus diwaspadai oleh masyarakat disebabkan hujannya disertai angin kencang serta petir,” ucapnya. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News