25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraHarga Migor Tinggi, Jatim Tunggu Pasokan Subsidi dari Pusat

Harga Migor Tinggi, Jatim Tunggu Pasokan Subsidi dari Pusat

SURABAYA – Harga minyak goreng masih tinggi sejak bulan lalu. disebabkan itu, Pemprov Jatim menggelontorkan sebanyak 75.312 liter migor untuk operasi pasar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kamis (6/1), pihaknya menambah pasokan minyak goreng sebanyak 2.000 liter. Saat ini harga pasaran minyak goreng antara Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per liter.

Menurut Khofifah, dalam operasi pasar, harga minyak goreng dibanderol dengan harga Rp 12.000. Sebab, Pemprov Jatim memberikan subsidi lagi sebesar Rp 2.000. “Kami berharap dalam waktu dekat harga minyak goreng stabil di pasaran. Harga maksimal Rp 14.000 per liter,” katanya, Jumat (8/1).

Saat ini Pemprov Jatim sedang menunggu pasokan minyak goreng subsidi dari pusat. Gubernur menyebut kenaikan harga minyak goreng memang terjadi secara global. tetapi, pemerintah terus berupaya mencari solusi supaya harga dapat kembali stabil.

Baca juga :  Jasa Raharja Pastikan Korban Laka di Muara Rapak, Balikpapan, Disantuni

“Tidak hanya di Jatim saja. Di seluruh dunia mengalami kenaikan. Saat ini kita masih menunggu pasokan dari pemerintah pusat. Harapannya minggu depan (minyak goreng subsidi) sudah dapat diakses masyarakat,” katanya.

Khofifah menyebut bahwa kenaikan harga minyak goreng ini juga turut menjadi penyebab kenaikan angka inflasi di Jatim. “Kondisi kenaikan ini (minyak goreng) bersamaan dengan kenaikan harga cabai rawit serta telur sehingga menjadi pemicu inflasi pada bulan November serta Desember 2021,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik menyebut Provinsi Jawa Timur mencatatkan tingkat inflasi sebesar 2,45 persen pada 3 Januari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 serta 2019, di mana masing-masing tahun mencatatkan 1,44 persen serta 2,12 persen.

Baca juga :  Koko Ari Belum dapat Diturunkan saat Persebaya Hadapi PSS Sleman

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Esletianto Dardak saat melakukan peninjauan di Pasar Sukomoro menyebut harga bawang merah turun disebabkan bulan panen. “Kami sempat berbincang dengan pedagang, mereka mengeluhkan harga bawang merah yang naik turun,” katanya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News