25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPerilaku-Perilaku Ini dapat Jadi Tanda Pasangan Anda Telah Selingkuh

Perilaku-Perilaku Ini dapat Jadi Tanda Pasangan Anda Telah Selingkuh

SURABAYA – Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto mengatakan ada beberapa perilaku tak biasa yang dapat menjadi tanda bahwa seseorang selingkuh dari pasangannya.

“Biasanya tanda-tanda pasangan selingkuh dapat ditemukan dari naluri, kata hati, serta juga pikiran saat menyadari ada yang salah dengan pasangan kita,” kata Kasandra saat dihubungi ANTARA, ditulis Sabtu (8/1).

Sementara itu, tanda-tanda umum adanya perselingkuhan dalam hubungan di antaranya pasangan memberikan kasih sayang yang tak biasa serta berlebihan secara tiba-tiba.

“Ini dapat terjadi misalnya saat si dia yang biasanya cuek serta tidak terlalu menunjukkan kasih sayang secara nyata, tiba-tiba jadi orang yang paling romantis di dunia,” ujar Kasandra.

Baca juga :  PLN Jalin Kesepakatan Bersama dengan Kejaksaan

Kemudian, pasangan menjelek-jelekkan seseorang secara tiba-tiba. Menurut Kasandra, perilaku tersebut merupakan cara untuk menutupi kesalahan serta mengurangi rasa curiga pasangannya.

“Pasangan yang selingkuh dapat tiba-tiba menjelekkan atau merendahkan orang lain disebabkan orang tersebut ialah saksi mata atau yang mengetahui dia berselingkuh,” tambah Kasandra.

Perilaku lainnya yang dapat menjadi tanda perselingkuhan, lanjut dia, di antaranya mengangkat telepon sembunyi-sembunyi, meningkat atau menurunnya hubungan seksual, serta pasangan menjadi tiba-tiba sibuk.

Menurut Kasandra, alasan seseorang melakukan perselingkuhan di antaranya adanya kecemasan menghadapi masa transisi seperti memiliki anak pertama, anak memasuki usia remaja, anak yang telah dewasa serta mulai meninggalkan rumah, serta memasuki masa pensiun.

Baca juga :  Satu PMI dari Malaysia Meninggal setelah Dirawat di RS Haji Surabaya

Perselingkuhan juga dapat terjadi sebagai pelarian dari pernikahan yang tidak membahagiakan, tidak tercapainya harapan dalam pernikahan, perasaan kesepian, kebutuhan seks yang tidak terpenuhi dalam pernikahan, ketidakhadiran pasangan baik secara fisik maupun emosional, serta terbukanya kesempatan untuk melakukan perselingkuhan seperti mudah bertemu lawan jenis di tempat kerja.

“Selain itu, perselingkuhan sudah sering terjadi dalam keluarga besar sehingga memudarnya nilai-nilai kesetiaan,” tambah Kasandra.

Pada kesempatan yang sama, Kasandra juga mengingatkan bahwa jika seseorang sudah pernah selingkuh maka dia memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk kembali selingkuh dibandingkan yang belum pernah.

“Artinya, orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk selingkuh lagi di masa depan,” pungkasnya. (antara/jay)

Baca juga :  BRI Jadikan Kelompok Wanita Tani Hidroponik di Bali Jadi Percontohan

Sumber »

Must Read

Related News