28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPenderita Omicron di Surabaya Sudah Membaik, tapi Belum Boleh Pulang

Penderita Omicron di Surabaya Sudah Membaik, tapi Belum Boleh Pulang

SURABAYA – Kondisi warga Surabaya yang terpapar Covid-19 varian Omicron terus membaik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya sudah memberikan penanganan serta monitoring terhadap Penderita yang terjangkit Omicron saat berlibur di Bali tersebut.

Kadinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan bahwa penanganan warga yang terkena varian Omicron sesuai dengan SOP serta SE Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor HK 02.01/Menkes/1391/2021 tentang Pencegahan serta Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron. “Satu Penderita Covid-19 varian Omicron yang terkonfirmasi telah menjalani isolasi serta perawatan di salah satu rumah sakit. Saat ini kondisi baik serta bergejala ringan,” kata Nanik, Jumat (7/1).

Menurut dia, Penderita itu belum diperbolehkan pulang ke rumahnya serta terus dimonitor petugas kesehatan. Ini disebabkan seluruh kasus probable serta konfirmasi varian Omicron baik yang bergejala (simptomatik) maupun tidak bergejala (asimptomatik) harus menjalani isolasi di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19. Hal itu diatur dalam SE Menkes yang menyebutkan tata laksana penanganan setiap kasus probable serta konfirmasi varian Omicron.

Baca juga :  Kasur busa dapat custom ukuran dapat pilih bahan kain cover Awet, bergaransi 20 tahun Harga t…

Pertama, harus segera dilakukan pelacakan kontak dalam waktu 1×24 jam untuk penemuan kontak erat. Setelah ditemukan, maka wajib segera dilakukan karantina selama 10 hari di fasilitas karantina terpusat serta pemeriksaan entry serta exit test menggunakan pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT).

“Jika hasil pemeriksaan NAAT positif, maka harus dilanjutkan pemeriksaan SGTF di laboratorium yang mampu pemeriksaan SGTF serta secara pararel spesimen dikirim ke laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) terdekat,” jelasnya.

Pihak dinkes juga menyiapkan 38 rumah sakit di Surabaya untuk rujukan warga apabila ada yang terpapar varian Omicron tersebut. “Semua rumah sakit yang berjumlah 38 rumah sakit sudah siap untuk rujukan. Dengan jumlah bed sebanyak 2.886 unit cukup menampung Penderita Omicron,” ungkapnya.

Baca juga :  Isuk mau tanggal 14 januari 2022, onok acara pencatatan hak kekayaan intelektual, kumunal, lan …

untuk menemukan kontak erat varian Omicron, kata dia, pada kasus probable atau konfirmasi varian Omicron bergejala, maka dihitung sejak dua hari sebelum gejala timbul sampai 14 hari setelah gejala timbul (atau hingga kasus melakukan isolasi).

Nanik juga menerangkan, ada dua kriteria selesai isolasi serta sembuh pada kasus probable serta konfirmasi varian Omicron. Yang pertama, pada kasus tidak bergejala, maka isolasi dilakukan selama sekurang-kurangnya 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi ditambah hasil pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) negatif selama dua kali berturut-turut dengan selang waktu kurang 24 jam.

“Pada kasus yang bergejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya tiga hari bebas gejala demam serta gangguan pernapasan serta hasil pemeriksaan NAAT negatif selama dua kali berturut-turut dengan selang waktu kurang 24 jam,” imbuhnya. (rmt/rek)

Baca juga :  Yamaha STSJ Bagi-Bagi Tiket Nonton MotoGP Gratis Tis!

Sumber »

Must Read

Related News