31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraJaksa Agung Instruksikan Gelar Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk

Jaksa Agung Instruksikan Gelar Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk

JAKARTA – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menginstruksikan satuan kerja Kejaksaan untuk melaksanakan Operasi Intelijen dalam rangka memberantas mafia pupuk.

“Ungkap adanya mafia pupuk, rakyat butuh keberadaan pupuk,” kata Burhanuddin, dikutip dalam siaran pers Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Arahan tersebut disampaikan Burhanuddin saat kunjungan kerja di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Jambi, Jumat (7/1).

Dalam arahannya Burhanuddin menyampaikan bahwa Jambi memiliki peranan penting dalam penyediaan stok pangan di Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari situs Kementerian Informasi serta Informatika Republik Indonesia, Provinsi Jambi mendapatkan penghargaan di bidang pertanian tahun 2021 dengan menduduki peringkat kelima dalam kategori Peningkatan Produksi Beras Tertinggi Tahun 2020-2021.

Baca juga :  Rekomendasi hotel konsep resort under 199k aja di surabaya !!Country Heritage Resort Hotel em…

Selain itu dalam kategori provinsi dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021, Provinsi Jambi menduduki peringkat ketiga.

Menurut Burhanuddin hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan serta sudah sepatutnya harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan kembali, mengingat potensi Jambi dalam bidang agraris cukup menjanjikan.

“Berdasarkan hal tersebut, maka untuk keberadaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi memegang peranan penting dalam menopang prestasi Jambi sebagai lumbung pangan peringkat tiga nasional,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menekankan, ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus diamankan. Ia juga tidak ingin kejadian di Kabupaten Blora terkait kasus penyelundupan serta penimbunan pupuk bersubsidi, terjadi di daerah lainnya.

Baca juga :  MENTERI PPN: Nama Ibu Kota Negara yang Baru di Kaltim ialah Nusantara

“Hal tersebut sudah pasti sangat meresahkan serta mengganggu para petani dalam meningkatkan hasil pangan sehingga efek domino dari berkurangnya produksi pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin memerintahkan pada setiap kepala satuan kerja baik di Kejaksaan Tinggi Jambi, beserta para Kajari serta juga para Kepala Kejaksaan Tinggi serta Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah Indonesia, untuk segera menelusuri serta mengidentifikasi melalui operasi intelijen apakah di wilayah hukum masing-masing ada upaya praktik-praktik curang pupuk bersubsidi.

“Cermati betul setiap proses distribusi pupuk bersubsidi tersebut apakah tepat sasaran serta segera tindak apabila ada pihak-pihak yang mencoba bermain terkait pupuk,” kata Burhanuddin tegas. (antara/jay)

Baca juga :  Hakim Itong Diisuap Rp 140 Juta untuk Perkara PT Soyu Giri Primedika

Sumber »

Must Read

Related News