25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraRampas Tas Wanita, Pejambret Sawahan Ditembak

Rampas Tas Wanita, Pejambret Sawahan Ditembak

SURABAYA – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sawahan membekuk dua pejambret yang merampas tas milik VR, 40, warga Jalan Tangkis Turi Kecil, Surabaya. Tersangka Indra Nuswantara, 24, warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur III serta Faizal A, 19, warga Jalan Kembang Kuning, Surabaya, dijebloskan ke penjara.

Indra terpaksa ditembak betis kirinya disebabkan berusaha menabrak petugas saat akan dibekuk di Jalan Putat Jaya. Aksi penjambretan terjadi di Jalan Kinibalu, Petemon, Sawahan, Surabaya, Rabu (5/1) sekitar pukul 09.00. Awalnya, dua pelaku berboncengan motor mencari sasaran korban. Saat melintas di Jalan Kinibalu, Petemon, pelaku bertemu dengan korban yang melintas membawa tas selempang.

Sejurus kemudian pelaku memepet korban serta merampas tas yang berisi dompet, ponsel, serta uang tunai Rp 700 ribu. Sontak, korban berteriak jambret serta sempat mengejar pelaku. disebabkan kalah cepat korban akhirnya melapor ke Polsek Sawahan.

Baca juga :  Simpan Sabu di Dompet, Digerebek di Putat Jaya

Kapolsek Sawahan Kompol A Risky Fardian mengatakan, setelah menerima laporan korban, anggota Opsnal Reskrim bergerak melalukan olah TKP serta memeriksa CCTV di sekitar lokasi. “Dari petunjuk rekaman CCTV ciri-ciri pelaku serta motor dapat diidentifikasi. Anggota melakukan pengejaran, kemudian anggota serta pelaku papasan di Jalan Putat Jaya, Rabu, sekitar pukul 14.00,” ungkap Risky, Kamis (6/1).

Nah, saat dihentikan kedua pelaku hendak menabrak petugas. Polisi sudah memberikan tembakan peringatan satu kali. tetapi, pelaku tak menggubris. Akhirnya, polisi memberikan tindakan tegas dengan menembak betis kiri tersangka Indra. “Tersangka IN kami beri tindakan tegas. Dia sempat mengaku sudah menjual HP korban,” ungkapnya.

tetapi, setelah dikembangkan serta digeledah di tempat tinggalnya, polisi menemukan HP Samsung Galaxy A3 milik korban, dompet berisi uang Rp 700 ribu, STNK motor supra, pakaian serta helm tersangka. “Dia (IN) residivis. Sebelumnya pernah ditahan di Polrestabes Surabaya disebabkan kasus yang sama,” bebernya.

Baca juga :  Jaksa Agung Sebut Keadilan Restoratif Atasi Kekakuan Hukum Positif

Sementara itu, tersangka Indra Nuswantara mengaku setelah bebas dari penjara pada tahun 2020, ia sudah beraksi menjambret di lima lokasi berbeda. Di antaranya, di kawasan Darmo Permai, Jalan Manukan, Jalan Jawar, serta Jalan Banyuurip. “Hasil jambret (uangnya) untuk makan sehari-hari serta pesta miras,” ucapnya lirih.

Indra mengaku berperan sebagai eksekutor saat beraksi. Sedangkan Faizal menjadi joki motor sarana. (rus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News