28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPTM 100 Persen Dilakukan Secara Bertahap di Surabaya

PTM 100 Persen Dilakukan Secara Bertahap di Surabaya

SURABAYA – Banyak masukan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Surabaya. Hal itu terungkap saat hearing Komisi D DPRD Surabaya bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Rabu (5/1).

Kadispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, PTM 100 persen akan dievaluasi secara bertahap sembari melihat perkembangan Covid-19 di Surabaya. Evaluasi tersebut dilakukan tiga bulan sekali serta tidak mengikat. “Jadi, 50 persen dulu ini kita jalani. Terus kita evalusi,” kata Yusuf.

Setelah 50 persen, pihaknya akan menaikan menjadi 75 persen sampai PTM 100 persen. Yusuf menegaskan, PTM 100 persen itu bukan jumlah siswa melainkan kapasitas bangku. Jarak antarsiswa sekitar satu meter. “Nanti kita sampaikan ke teman-teman kepala sekolah,” jelasnya.

Baca juga :  Anak Bos MNC Ini Resmi Dipacari Kevin Sanjaya

Yusuf menambahkan, yang perlu diwaspadai ialah jam kosong. Para siswa tidak boleh keluar serta berkerumun, tidak boleh makan bersama-sama, serta tidak boleh ada jam kosong.

Selain itu, dispendik akan melakukan asesmen ulang sekolah-sekolah yang akan melakukan PTM 100 persen. Asesemen meliputi prokes, kapasitas ruangan hingga vaksinasi. Saat ini sekolah yang mengikuti PTM ada 647 untuk jenjang SD, 302 SMP, 52 SMA, 145 MI, serta 29 untuk jenjang MTs.

Kadinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina menyatakan akan menuntaskan vaksin anak-anak usia 6-11 tahun pada pekan ketiga Januari. Dengan begitu, para siswa serta tenaga pendidik lebih tenang mengikuti pembelajaran.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya dr Akmarawita Kadir mengatakan bahwa PTM terbatas ini harus dijalankan. Sebab, pembelajaran daring berkepanjangan akan mengganggu psikologis anak. “Selama ini daring kurang bagus untuk psikologi anak,” katanya.

Baca juga :  Fajar Arifianto Isnugroho Jadi Dirut RPH Surabaya

Ia sepakat dengan PTM secara bertahap mengingat kapasitas ruangan tidak cukup apabila dipaksakan 100 persen. “Yang harus digarisbawahi tidak boleh 100 persen anak masuk semua. Kecuali kalau rombongan belajar itu 32 orang,” jelasnya. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News