28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPP MUHAMMADIYAH: Secara Sains serta Agama Mustahil Boneka Dimasuki Arwah

PP MUHAMMADIYAH: Secara Sains serta Agama Mustahil Boneka Dimasuki Arwah

JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa secara sains serta ilmu agama mustahil serta tak masuk Pikiran jika boneka dapat dimasuki arwah (baby doll) seperti yang saat ini tengah menjadi tren di kalangan pemengaruh (influencer) Tanah Air.

“Soal arwah menurut ajaran Islam, keyakinan saya, itu sudah disimpan oleh Allah di alam barzah, jadi tidak dapat dipanggil-panggil atau tidak dapat dimintai pertolongan disebabkan mereka sedang istirahat baik orang baik atau orang buruk,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/1).

Boneka arwah atau spirit doll ialah sebutan bagi boneka yang dianggap telah dimasukkan arwah dari anak kecil yang telah meninggal. Bagi pemilik spirit doll, boneka tersebut dirawat dengan sungguh-sungguh bagaikan merawat seorang bayi manusia.

Baca juga :  Kasus Omicron di Jawa Timur Jadi Delapan Penderita

Dadang Kahmad menilai bahwa dalam ajaran Islam tidak memperbolehkan mengangkat boneka sebagai anak. Kecuali, boneka tersebut sekadar sebagai mainan semata. “Mengangkat anak pada boneka juga tidak boleh. Kecuali boneka biasa untuk kesukaan,” kata dia.

disebabkan secara ilmu agama serta sains tidak masuk Pikiran, Dadang berpesan supaya segala sesuatu disandarkan pada tauhid, yakni menyembah serta minta pada Allah Swt. semata. “Tidak boleh minta pada selain Allah dalam hal kekayaan atau apapun,” kata Dadang.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah Faozan Amar menilai hukum boneka arwah yang kini tengah dimiliki oleh beberapa pemengaruh itu hukumnya dapat beragam. Jika boneka disimpan sekadar untuk koleksi serta bermain saja maka hal ini dinilai boleh (mubah).

Baca juga :  Lewat KWE Geblak Jambangan, IT Surabaya Raih Proper Emas 2021 dari KLHK

“dapat boleh, jika hanya sekadar hobi untuk kesenangan saja, bukan ada maksud yang lain,” kata dia.

Sebaliknya, jika pemilik boneka arwah ialah umat Islam serta menganggap boneka itu dapat membawa madarat atau keberuntungan, maka hal demikian menurutnya dapat masuk dalam kategori menciderai akidah tauhid. “(Syirik) disebabkan memercayai ada ruh dalam boneka yang membawa keberuntungan,” kata dia.

disebabkan mengancam akidah, maka hukum mubah menyimpan boneka berubah menjadi makruh serta bahkan berdosa untuk kasus umat Islam yang merawat boneka arwah.

Menurutnya, daripada mengadopsi boneka arwah, Faozan menilai lebih baik mengadopsi anak yatim piatu atau menyalurkan dana ke panti asuhan guna membantu anak-anak yang membutuhkan. (antara/jay)

Baca juga :  Golkar Diprediksi Mampu Memenangkan Kontestasi Pemilu 2024

Sumber »

Must Read

Related News