32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPukul Bocah hingga Tewas, Wahyu Buana Dituntut 15 Tahun

Pukul Bocah hingga Tewas, Wahyu Buana Dituntut 15 Tahun

SURABAYA – Wahyu Buana Putra Morita akhirnya dituntut 15 tahun penjara atas perbuatannya membunuh Jose Marvel, 12. Kekejaman pria 46 tahun itu dilakukan di rumah kosnya di Jalan Kupang Krajan Gang V-A, Rabu, 25 Mei 2021 lalu.

“Menuntut, mengadili terdakwa Wahyu Buana Putra Morita secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai pasal 339 KUHPidana,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, Selasa (4/1).

Kekejaman pria asal Garut itu bermula saat dia mengambi paving di depan kosnya. Wahyu lalu menyimpannya di pintu dekat dapur. Korban lalu minta kedua anaknya DO serta DS serta korban supaya dapat bermain HP di kamar kosnya.

Baca juga :  Ibu Tega Buang Bayinya di Simolawang gegara Pacarnya Kabur

Saat ketiga anaknya bermain HP bersama korban di dalam kamar kosnya, Wahyu mendekati korban sembari membawa paving yang telah dipersiapkan sebelumnya. “Terdakwa lalu berjalan di samping kanan korban JM kemudian memukul korban di bagian tengkuk sebanyak 3 kali,” beber Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati.

Saat itu, kedua anak terdakwa DO serta DS, yang melihat kejadian langsung menghindar dengan berdiri. Wahyu yang tak puas dengan pukulan itu, lalu mengulanginya hingga berkali-kali. Akibatnya korban pun langsung tersungkur di lantai.

“Perbuatan terdakwa menyebabkan korban mengalami luka di kedua kelopak matanya, bibir, jari kedua tangan serta kaki, memar di punggung, kepala belakang bengkak serta luka di telinga,” tambahnya

Baca juga :  Awkarin Tahun Ini Dinikahi Gangga

Akibatnya tertimpa paving yang keras itu, korban JM pun tewas. Sebab perbuatan Wahyu membuat tulang tengkorak korban patah, pendarahan pada selaput otak, sehingga akhirnya mati lemas.

Terdakwa Wahyu mengaku sangat menyesali perbuatannya. “Sangat menyesal serta saya menyesali Yang Muka,” katanya. Wahyu mengaku tak berniat untuk membunuh JM. Dia mengaku nekat mengambil paving di depan kosnya serta memukulkannya pada korban itu hanya untuk minta korban pingsan. “Dipukulkan ke leher,” katanya. (far/rek)

Sumber »

Must Read

Related News