28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPejabat Pemkot Surabaya Diminta Mundur Jika Gagal Capai Target

Pejabat Pemkot Surabaya Diminta Mundur Jika Gagal Capai Target

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah melantik 1.400 pejabat baru mulai dari kepala dinas, camat, hingga lurah. Kemarin (3/1), Eri memberikan motivasi serta arahan pada para pejabat di Balai Kota Surabaya. Semua pejabat diminta memberikan solusi serta pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Semuanya harus turun ke masyarakat. Makanya, ketika membuat anggaran harus mengetahui kondisi warganya. Ketika dinas minta data stunting, data gizi buruk, data MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), maka yang harus mengerti ialah kelurahannya,” tegas Wali Kota Eri.

Ia juga menjelaskan bahwa semua kontrak kerja yang berhubungan dengan
output serta outcome kepala dinas, camat, serta lurah ditandatangani pada minggu keempat Januari 2022. E-Project planning harus selesai di minggu kedua Januari.

Baca juga :  Ditahan Brighton, Chelsea Kian Sulit Dekati Manchester City

“Semua proyek serta kegiatan fisik serta nonfisik yang sifatnya tidak per bulan pertanggungjawabannya itu harus 100 persen berhenti di bulan November,” tegasnya.

Penilaian output serta outcome dari seluruh staf akan dilakukan oleh para staf Pakar wali kota. Ini menjadi warning bagi para kepala dinas, camat, serta lurah. Apabila tidak berjalan, maka pejabat yang bersangkutan dicopot. Sebab, kontrak kinerja tersebut dibuat dengan jelas, terukur, serta terbaca.

“Ketika saya mencopot Njenengan (Anda), itu berdasarkan tidak sesuainya output serta outcome Njenengan di kontrak kinerja. Ketika tidak sesuai, Njenengan harus mundur. Saya minta tim anggaran membuat output outcome-nya sampai detail serta berbeda dari sebelumnya,” tegasnya.

Baca juga :  Polda Jatim Imbau Pelaku Pencabulan Santriwati Segera Menyerahkan Diri

Wali Kota Eri menambahkan, rotasi merupakan hal biasa yang dilakukan setiap dua tahun sekali serta maksimal tiga tahun sekali. Eri juga minta seluruh jajarannya memohon ridho serta doa restu dari orang tuanya masing-masing.

“Setelah apel, mintalah doa serta ridhonya orang tua untuk memimpin Kota Surabaya, sujud serta cium kakinya, khususnya ibu Njenengan,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri juga minta adanya regenerasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Ketika ada pejabat yang hendak purnatugas (pensiun), maka harus melepas jabatannya serta memberikan kesempatan serta dorongan pada generasi muda. Selanjutnya, dia juga membuat tagline baru yang menjadi pedoman untuk melayani seluruh masyarakat di Kota Pahlawan.
“Tagline kita ialah Keluar Membawa Solusi. Setiap permasalahan yang masuk, maka keluar harus membawa solusi. Saya titip ini pada Njenengan disebabkan itu akan menjadi catatan kinerja Njenengan,” ungkapnya.

Baca juga :  Daud Yordan serta Ongen Bakal Naik Ring di Thailand pada 4 Maret 

Ia juga berpesan pada seluruh jajarannya untuk terus berjuang, berinovasi, serta berani memberikan penyelesaian terhadap semua masalah serta jaga komunikasi antarkaryawan. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News