28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraOmicron Masuk Jawa Timur, Khofifah minta Warga Tidak Panik

Omicron Masuk Jawa Timur, Khofifah minta Warga Tidak Panik

SURABAYA – Virus corona varian Omicron sudah masuk Jawa Timur. tetapi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa minta masyarakat tidak panik serta terus memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Kita tidak boleh panic. Yang terpenting harus waspada dengan cara memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan serta percepat vaksinasi,” katanya di Surabaya, Minggu (2/1).

Khofifah mengaku langsung melakulan koordinasi dengan Pangdam V Brawijaya, Polda Jatim, BNPB, serta Menteri Kesehatan. Sejauh ini ia menyebut varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa Penderita. Terutama Penderita yang sudah divaksin dua kali.

“Oleh sebab itu, saya minta semua warga Jatim yang belum mendapatkan dua kali vaksin segeralah divaksin. Apalagi yang sama sekali belum divaksin,” tuturnya.

Baca juga :  Yamaha STSJ Bagi-Bagi Tiket Nonton MotoGP Gratis Tis!

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Joni Wahyuhadi mengatakan, kasus Omicron ini sudah ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DKI Jakarta. Bahkan, hampir semua negara sudah ada kasusnya.

“Jadi, siapa-siapa yang datang itu harus kita waspadai,” katanya. “Gejala Omicron ini masih sama seperti flu. Demam, batuk, pilek, nyeri di tenggorokan,” katanya.

Joni mengatakan, pemerintah telah membentuk tim seperti ketika menghadapi varian Delta. Selain itu, Pemprov Jatim juga menggerakkan lagi PPKM mikro. “Tim ini akan melakukan surveilans. Bandara Juanda akan diperketat pengawasannya. Termasuk dalam tracing serta karantina atau isolasi bagi warga yang baru datang dari luar negeri,” terangnya.

Menurut dia, Pemprov Jatim sudah menyiapkan sejumlah fasilitas isolasi terpusat serta rumah sakit rujukan utama. Di antaranya, RSUD dr Soetomo, Surabaya; RS Syaiful Anwar, Malang; serta RSUD Soedono, Madiun. “Kalau ada yang bergejala atau positif sudah siap. ICU juga sudah kami siapkan serta sekarang ini ICU kosong. Kami berharap tetap kosong,” katanya.

Baca juga :  Dapat Alokasi Rp260 Triliun, Ini Strategi BRI Capai Target KUR 2022

Joni memastikan, koordinasi akan terus dilakukan dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Institute Tropical Desease (ITD) Unair dalam hal untuk memastikan varian apa yang ada di tubuh Penderita. “Kalau ada Penderita yang kami curigai pasti dikirim ke ITD Unair. Hasilnya sekarang cepat disebabkan tidak banyak. Tiga hari-empat hari sudah dapat,” jelasnya.

Juru Bicara Rumpun Kuratif Dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, varian Omicron sudah terdeteksi di wilayah Jawa Timur. Hal ini berdasarkan keterangan ITD Unair. “Ini memang tak terelakkan disebabkan salah satu karakter varian ini penularannya sangat cepat. Kita harus waspada, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik,” tuturnya.

Menurut dia, sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa Penderita. Terutama Penderita yang sudah mendapatkan vaksin. “Sekarang yang harus kita lakukan ialah bersama-sama berupaya sekuat tenaga supaya varian Omicron tidak meluas di Jawa Timur. Jangan sampai terjadi penularan lokal,” katanya.

Baca juga :  Manchester United Ditahan Tim Besutan Gerrard lewat Bantuan Coutinho

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih minta pemerintah provinsi serta pemkot/pemkab segera merespons masuknya Covid-19 varian Omicron di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Selain itu, harus dilakukan penelusuran dari mana alurnya sebagai upaya untuk waspada. “Kemudian didiskusikan langkah-langkah progresif apa yang harus diambil sesegera mungkin,” katanya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News