31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraKapasitas Siswa untuk PTM Didasarkan Cakupan Vaksin Dosis 2 PTK serta Lansia

Kapasitas Siswa untuk PTM Didasarkan Cakupan Vaksin Dosis 2 PTK serta Lansia

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Jatim menindak lanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada situasi pandemi Covid-19 jenjang SMA/SMK serta SLB di Jawa Timur.

Di mana dalam penyesuaian SKB 4 Menteri terbaru nomor 05/KB/2021, nomor 1347 tahun 2021, HK.01.08/Menkes/6678/2021 serta 443-5847 tahun 2021, mulai Januari 2022 semua satuan pendidikan di level 1, 2 serta 3 diwajibkan melaksanakan PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria serta tidak boleh menambah kriteria yang berat.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan berdasarkan SKB 4 Menteri tersebut, yakni Mendikbudristek, Menkes, Mendagri serta Menag mulai Senin 3 Januari 2022, satuan pendidikan dapat menggelar PTM Terbatas hingga 100 persen sesuai dengan kriteria.

Pengaturan kapasitas peserta didik didasarkan pada jumlah cakupan vaksin dosis dua pada pendidik serta tenaga kependidikan (PTK) di masing-masing satuan pendidikan. Hal tersebut juga berpengaruh pada durasi jam pembelajaran.

Syarat lainnya yakni, cakupan vaksinasi dosis dua bagi warga masyarakat lansia di tingkat Kabupaten/Kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus (kepulauan, pegunungan, serta pedalaman), disebabkan kondisi geografis sesuai Kepmendikbudristek nomor 160/p/2021.

“Alhamdulillah mulai kemarin (Senin, 3 Januari 2021) seratus persen satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” ungkap Khofifah.

Baca juga :  140 PMI dari Malaysia Tiba di Bandara Juanda 22 Januari

Ia melanjutkan berbeda dengan PTM terbatas pada semester satu tahun ajaran 2021/2022 yang mana orangtua atau wali murid dapat memilih mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di semester 2 tahun ajaran 2021/2022, seluruh siswa wajib mengikuti PTM terbatas.

“Jumlah kapasitas peserta didik tiap sekolah dalam mengikuti PTM terbatas akan berbeda. Tidak sama, disebabkan didasarkan cakupan vaksinasi dosis dua pada guru serta tenaga kependidikan juga warga lansia di daerah setempat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga menegaskan akan ada sanksi administratif secara tegas serta pembinaan oleh satgas Covid-19 jika terdapat satuan pendidikan yang melanggar protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi menyebut bahwa ketentuan pelaksanaan PTM terbatas bagi daerah PPKM di level 1 serta 2 ialah : pertama, capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK (Guru serta Tenaga Kependidikan) di atas 80 persen serta masyarakat lansia di atas 50 persen, maka peserta didik dapat masuk setiap hari, yang diikuti 100 persen jumlah peserta didik dari kapasitas ruang kelas. Durasi pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran per hari.

“Sedangkan untuk capaian dosis dua pada sekolah dengan GTK 50-80 persen serta masyarakat lansia diatas 40-50 persen, maka peserta didik masuk secara bergantian setiap hari (shift), dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Durasi pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran per hari,” jelasnya.

Baca juga :  Guru Tari Setubuhi Tujuh Anak di Malang dengan Modus Meditasi

Ketentuan ketiga, capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK dibawah 50 persen serta masyarakat lansia dibawah 40 persen, maka peserta didik dapat masuk setiap hari secara bergantian (shift) dengan kapasitas 50 persen jumlah peserta didik dari kapasitas ruang kelas. Sementara durasi pembelajaran maksimal 4 jam pelajaran per hari. “Ketentuan-ketentuan tersebut berbeda dengan daerah PPKM di level 3,” urainya.

untuk PTM terbatas pada daerah PPKM level 3, pada capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK minimal 40 persen serta masyarakat lansia minimal 10 persen, peserta didik dapat masuk setiap hari secara bergantian. Kapasitas peserta didik dianjurkan 50 persen dari ruang kelas. Lama pembelajaran maksimal 4 jam pelajaran setiap hari.

Selanjutnya, untuk capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK di bawah 40 persen serta pada masyarakat lansia di bawah 10 persen, maka dilaksanakan pembelajaran jarak jauh. “Dengan mengacu hal itu, PTM terbatas akan kita atur kembali,” jabarnya.

Pengaturan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dua parameter di atas ialah :

Baca juga :  Stimulus Diturunkan, Arebi Optimis Market Properti Akan Tumbuh 30 Persen

1) Sebanyak 8 (delapan) Kab/Kota di Jatim yakni, Ponorogo, Bondowoso, Situbondo, Jember, Bangkalan, Sampang, Sumenep, serta Pamekasan, peserta didik masuk setiap hari secara bergantian (shift), dengan jumlah peserta didik 50% dari kapasitas ruang kelas, serta lama belajar paling lama 4 jam pelajaran perhari.

2) Sebanyak 6 kabupaten di Jatim, yakni Tuban, Probolinggo, Ngawi, Pasuruan, Nganjuk serta Lumajang, peserta didik masuk setiap hari secara bergantian (shift), dengan jumlah peserta didik 50% dari kapasitas ruang kelas, serta lama belajar paling lama 6 jam pelajaran perhari dengan waktu istirahat 15 menit,

3) Sebanyak 24 kab/kota, yakni : Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu, Kota Probolinggo. Kemudian Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Magetan,Kabupaten Pacitan serta Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tulungagung, serta Kabupaten Kediri, masuk setiap hari dengan jumlah peserta didik 100% dari kapasitas ruang kelas, serta lama belajar paling lama 6 jam pelajaran perhari dengan waktu istirahat 15 menit.

4) Dalam SKB 4 menteri ini, kantin sekolah belum diperbolehkan beroperasi, sehingga peserta didik diharapkan membawa bekal dari rumah. (hms/nin/jay)

Sumber »

Must Read

Related News